Tugas
Softskill ke-1 (Organisasi & Metode)
Daftar isi :
Bab1. Pengertian organisasi dan metode……………
Bab2. Sejarah Organisasi…………………………………….
Bab3. Desain Organisasi Formal dan Informal……
Bab4. Teory organisasi……………………………………….
Bab5. Hubungan timbal-balik antara manjement, organisasi
dan tata kerja…
Bab6. Fungsi satuan organisasi dan Metode
Bab1
Pengertian
Organisasi Dan Metode
Kata
“organisasi” mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu
lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit,
perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian kedua
berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana
kegiatan organisasi di alokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar
tujuan organisasi dapat tercapai dengan effesien. Dalam bab ini akan dibahas
bermacam-macam aspek proses pengorganisasian mulai dari pembentukan tingkah
laku hubungan antara manusia secara efektif sehingga mereka dapat bekerja sama
secara efesien dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas
nya serta memberikan kondisi lingungan tertentu untuk pencapaian tujan. Sebagai
contoh dalam sebuah himpunan mahasiswa ataupun BEM merupakan contoh dari sebuah
organisasi dimana anggota dari organisasi tersebut saling bekerja sama untuk
mencapai suatu tujuan.
Pengorganisasian(organizing) merupakan proses penyusunan struktur
organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang
dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Dua aspek utama proses
penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi dan pembagian kerja.
Departementalisasi merupakan pengolompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu
organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat
dikerjakan bersama. Hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu
organisasi, dan tampak atau ditunjukkan oleh suatu bagan organisasi, seperti
pada sebuah himpunan mahasiswa pada HIMMI( Himpunan Mahasiswa Manajemen
Informatika) yang mempunyai struktur formal ataupun bagan organisasi mulai dari
ketua, wakil ketua, sekertaris, humas, coordinator wilayah dst.
Pembagian kerja adalah pemerincian tugas tugas pekerjaan agar setiap
individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk melaksanakan sekumpulan kegiatan
yang terbatas. Nah demikian pula pada struktur organisasi formal dari mulai
ketua sampai kepada hiararki terbawah dalam organisasi mempunyai pekerjaan,
tanggung jawab yang telah ditentukan. Kedua aspek ini merupakan dasar proses
pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
secara efesien dan efektif.
Organisasi
pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk
berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan
terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana,
data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk
mencapai tujuan organisasi. Orang orang yang terkumpul dalam sebuah organisasi sepakat untuk
mencapai tujuan tertentu melalui sumber daya secara sistematis dan rasional
yang terkendali dan adanya pemimpin organisasi yang akan memimpin operasional
organisasi dengan terencana.
Menurut
para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
·
Stoner mengatakan
bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana
orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama [2].
·
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap
perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama [3].
·
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem
aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih[4].
·
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif
dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah
organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti
penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan
eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat
diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan
kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai
anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang
yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus
menerus, Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur
hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang
konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota,
orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur
Sedangkan, metode secara etimologis berasal
dari kata 'met' dan 'hodes' yang berarti melalui. Sedangkan istilah metode
adalah jalan atau cara yang harus ditempuh untukSecara etimologis, metode
berasal dari kata 'met' dan 'hodes' yang berarti melalui. Sedangkan istilah
metode adalah jalan atau cara yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan.
Sehingga 2 hal penting yang terdapat dalam sebuah metode adalah : cara
melakukan sesuatu dan rencana dalam pelaksanaan. mencapai suatu tujuan.
Sehingga 2 hal penting yang terdapat dalam sebuah metode adalah : cara melakukan
sesuatu dan rencana dalam pelaksanaan.
Berikut
ini adalah pengertian dan definisi Metode menurut para ahli:
#
ROTHWELL & KAZANAS
Metode
adalah cara, pendekatan, atau proses untuk menyampaikan informasi
# TITUS
Metode
adalah rangkaian cara dan langkah yang tertib dan terpola untuk menegaskan
bidang keilmuan.
#
MACQUARIE
Metode
adalah suatu cara melakukan sesuatu, terutama yang berkenaan dengan rencana
tertentu
# WIRADI
Metode
adalah seperangkat langkah (apa yang harus dikerjakan) yang tersusun secara
sistematis (urutannya logis)
# DRS.
AGUS M. HARDJANA
Metode
adalah cara yang sudah dipikirkan masak-masak dan dilakukan dengan mengikuti
langkah-langkah tertentu guna mencapai tujuan yang hendak dicapai.
Bab2
Sejarah
Organisasi
Organisasi di mana orang-orangnya secara
terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang
benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang
dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang
secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara
bersama” (Burky dan Perry, 1998) Organissasi adalah sebuah kesatuan yang
terdiri dari sekelompok orang yang bertindaksecara bersama-sama dalam rangka
mencapai tujuan bersama.Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa
yunani. Yang berarti alat, tools. Desain organisasi (organizational design)
merupakan proses memilih dan mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk
mengelola sumber-sumber untuk mencapai tujuan. Sasaran desain organisasi adalah
menggunakan struktur yang memberikan fasilitas pengimplementasian strategi.
Desain organisasi dapat juga dinyatakan sebagi proses pembuatan keputusan yang
dilakukan oleh manajer untuk memilih struktur organisasi yang sesuai dengan
strategi untuk organisasi dan lingkungan tempat anggota organisasi melaksanakan
strategi tersebut. Desain organisasi menuntut manajer untuk melihat secara
bersamaan ke dalam organisasi dan ke luar organisasi. Ada empat bagian untuk
membangun desain organisasi, yaitu pembagian kerja, departementalisasi, hirarki
dan koordinasi. Dalam pengembangan desain organisasi ada dua hal yang penting;
pertama perubahan stratgei dan lingkungan berlangsung dengan berlalunya waktu,
desain organisasi merupakan proses yang berkelanjutan. Kedua, perubahan dalam
struktur termasuk mencoba dan kemungkinan berbuat salah dalam rangka mensyusun
desain organisasi. Manajer hendaknya memandang desain organisasi sebagai
pemecahan masalah dan mengikuti tujuan organisasi dengan gaya situasional atau
kontingensi,yaitu struktur yang ada didesain untuk menyesuaikan keadaan
organisasi atau sub unitnya yang unik.
Desain
Organisasi Formal dan Informal
Desain organisasi (organizational design) merupakan
proses memilih dan mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk mengelola
sumber-sumber untuk mencapai tujuan
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang
atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta
dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan
lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang
atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak
disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama
anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan
lain-lain.
Salah satu bagian penting organisasi adalah
pengelompokkan informal dan hubungan-hubungan pribadi yang dapat lebih
berpengaruh dibanding dengan hubungan formal seperti yang ditunjukkan bagan
organisasi.
Argiyris mengemukakan empat bidang utama dimana
bidang organisasi formal dan informal berbeda :
1. Hubungan-hubungan antar pribadi.
Hubungan-hubungan antar pribadi didalam organisasi formal digambarkan jelas,
sedangkan dalam organisasi informal tergantung pada kebutuhan-kebutuhan mereka.
2. Kepemimpinan. Para pemimpin dirancang dan
ditentukan dalam formal serta muncul dan dipilih dalam informal.
3. Pengendalian perilaku. Organisasi formal mengendalikan
perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok informal
mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan.
4. Ketergantungan. Karena kapasitas pemimpin formal
terletak pada penghargaan dan hukuman, bawahan-bawahan lebih tergantung dari
pada para anggota suatu kelompok informal.
Walaupun ada perbedaan tersebut adalah suatu
kesalahan bila menganggap kelompok formal dan informal sebagai dua kesatuan
organisasi yang terpisah. Keduanya hidup bersama dan tidak dapat dipisahkan
setiap organisasi formal selalu mempunyai organisasi informal dan setiap
organisasi informal brkembang dalam berbagai tinkatan formal.
Bab3
Teory
Organisasi
1.TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori ini biasa disebut dengan “teori tradisional”
atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad 19). Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah
lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta
memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung
kreatifitas.
Dalam teori ini organisasi digambarkan seperti toet
piano dimana masing-masing nada mempunyai spesialisasi (do.. re.. mi.. fa..
so.. la.. si..) dimana apabila tiap nada dirangkai maka akan tercipta lagu yang
indah begitu juga dengan organisasi.
Dikatakan teori mesin karena organisasi ini
menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan
digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.
Defisi Organisasi menurut Teori Klasik:
Organisasi merupakan struktur hubungan,
kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan,
komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama.
Teori Organisasi klasik sepenuhnya menguraikan
anatomi organisasi formal. Empat unsure pokok yang selalu muncul dalam
organisasi formal:
a. Sistem kegiatan yang terkoordinasi
b.
Kelompok orang
c.
Kerjasama
d.
Kekuasaan & Kepemimpinan
Sedangkan menurut penganut teori klasik suatu
organisasi tergantung pada empat kondisi pokok: Kekuasaan) Saling melayani)
Doktrin) Disiplin)
Sedangkan yang dijadikan tiang dasar penting dalam
organisasi formal adalah:
a.
Pembagian kerja (untuk koordinasi)
b. Proses
Skalar & Fungsional (proses pertumbuhan vertical dan horizontal)
c.
Struktur (hubungan antar kegiatan)
d. Rentang
kendali (berapa banyak atasan bisa mengendalikan bawahan).
Teori Klasik berkembang dalam 3 Aliran:
¨
BIROKRASI. Dikembangkan dari Ilmu Sosiologi
¨
ADMINISTRASI. Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Makro
sebuah organisasi.
¨
MANAJEMEN ILMIAH) Langsung dari
praktek manajemen memusatkan Aspek Mikro sebuah organisasi.
Semua teori diatas dikembangkan sekitar tahun
1900-1950. Pelopor teori ini kebanyakan dari sebuah negara berbentuk kerajaan
“Mesir, Cina & Romawi”.
TEORI BIROKRASI
Dikemukakan oleh “MAX WEBER” dalam buku “The
Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and
Economic Organization”.
Istilah BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL:
“Legal” disebakan adanya wewenang dari seperangkat
aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas. Sedangkan “Rasional” karena adanya penetapan tujuan yang ingin
dicapai.
Karekteristik-karekteristik birokrasi menurut Max
Weber:
©
Pembagian kerja
© Hirarki
wewenang
© Program
rasional
© Sistem
Prosedur
© Sistem
Aturan hak kewajiban
©
Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal
TEORI ADMINISTRASI
Teori ini dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall
Urwick dari Eropa dan James D. Mooney,
Allen Reily dari Amerika.
HENRY FAYOL (1841-1925): Seorang industrialis asal
Perancis tahun 1916 menulis sebuah buku “Admistration industrtrielle et
Generale” diterjemahkan dalam bahasa inggris 1926 dan baru dipublikasikan di
amerika 1940.
14 Kaidah manjemen menurut Fayol yang menjadi dasar
teori administrasi:
ª
Pembagian kerja
ª
Wewenang & tanggung jawab
ª
Disiplin
ª
Kesatuan perintah
ª
Kesatuan pengarahan
ª
Mendahulukan kepentingan umum
ª Balas
jasa
ª
Sentralisasi
ª Rantai
Skalar
ª Aturan
ª
Keadilan
ª
Kelanggengan personalia
ª
Inisiatif
ª
Semangat korps
Fayol membagi kegiatan industri menjadi 6 kelompok:
§
Kegiatan Teknikal (Produksi, Manufaktur, Adaptasi)
§
Kegiatan Komersil (Pembelian, Penjualan, Pertukaran)
§
Kegiatan Financial (penggunaan optimum modal)
§
Kegiatan Keamanan
§
Kegiatan Akuntansi
§
Kegiatan Manajerial atau “FAYOL’s FUNCTIONALISM” yaitu:
a.
Perencanaan
b.
Pengorganisasian
c.
Pemberian perintah
d.
Pengkoordinasian
e.
Pengawasan
JAMES D. MOONEY & ALLEN REILLY :1931)
Menerbitkan sebuah buku “ONWARD INDUSTRY” inti dari pendapat mereka adalah
“koordinasi merupakan factor terpenting dalam perencanaan organisasi”. Tiga
prinsip yang harus diterapkan dalam sebuah organisasi menurut mereka adalah:
a.
Prinsip Koordinasi
b.
Prinsip Skalar & Hirarkis
c.
Prinsip Fungsional
MANAJEMEN ILMIAH
Dikembangkan tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW
TAYLOR). Definisi Manajemen Ilmiah:
“Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan
pemecahan masalah organisasi” atau “Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan
efesiensi kerja”.
F.W. TAYLOR menuangkan ide dalam tiga makalah: “Shop
Management”, “The Principle Oif Scientific Management” dan “Testimony before
the Special House Comitte”. Dari tiga
makalah tersebut lahir sebuah buku “Scientific Management”.
Berkat jasa-jasa yang sampai sekarang konsepnya
masih dipergunakan pada praktek manajemen modern maka F.W. TAYLOR dijuluki
sebagai “BAPAK MANAJEMEN ILMIAH”.
Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor:
a.
Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu
pengetahuan.
b.
Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan
c.
Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan
secara ilmiah perlu intregasikan.
d. Perlu
dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen
ilmiah
2. TEORI
NEOKLASIK
Aliran yang berikutnya muncul adalah aliran
Neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan manusiawi”. Teori ini muncul
akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori merupakan penyempurnaan
teori klasik. Teori ini menekankan pada
“pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu
ataupun kelompok kerja”.
HUGO MUNSTERBERG
Salah tokoh neoklasik pencetus “Psikologi Industri”.
Hugo menulis sebuah buku “Psychology and Industrial Effeciency” tahun 1913.
Buku tersebut merupakan jembatan antara manajemen ilmiah dan neoklasik. Inti
dari pandangan Hugo adalah menekankan adanya perbedaan karekteristik individu
dalam organisasi dan mengingatkan adannya pengaruh factor social dan budaya
terhadap organisasi.
Munculnya teori neoklasik diawali dengan inspirasi
percobaan yang dilakukan di Pabrik Howthorne tahun 1924 milik perusahaan
Western Elektric di Cicero yang disponsori oleh Lembaga Riset Nasional Amerika.
Percobaan yang dilakukan ELTON MAYO seorang riset dari Western Electric
menyimpulkan bahwa pentingnya memperhatikan insentif upah dan Kondisi kerja
karyawan dipandang sebagai factor penting peningkatan produktifitas.
Dalam pembagian kerja Neoklasik memandang perlunya:
a.
Partisipasi
b.
Perluasan kerja
c.
Manajemen bottom_up
3. TEORI
MODERN
Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat
ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern
sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang
memadukan antara teori klasik dan neokalsi. Teori Organisasi Modern melihat
bahwa semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa
dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan
yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan
dengan lingkunngan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia
harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.
TEORI MODERN vs TEORI KLASIK
a. Teori
Klasik memusatkan pandangan pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan
Teori Modern menekankan pada perpaduan & perancangan sehingga terlihat
lebih menyeluruh.
b. Teori
Klasik membicarakan konsep koordinasi, scalar, dan vertical sedangkan Teori
Modern lebih dinamis, sangat komplek, multilevel, multidimensi dan banyak variable
yang dipertimbangkan.
Bab4
Hubungan
timbal-balik antara manjement, organisasi dan tata kerja
Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan
seorang pimpinan
(manajer) yang harus dilakukan dengan mempergunakan
cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga
kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu
yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.
Kegiatan manajemen dan aplikasinya dalam organisasi
dan metode:
a. Planning (perencanaan)
Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan
penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum
melaksanakan tindakan yang sebenarnya.
Planning merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan)
sebelum melaksanakan
kegiatan fisik dan sangat diperlukan dalam rangka
mengarahkan tujuan dan
sasaran organisasi serta tujuan suatu program
pembangunan.
Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam
organisasi diantaranya dalah
rencana-rencana yang coba disusun oleh pengelola
organisasi, seperti rencana kerja atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan,
teknis pelaksanaannya bisa melalui rapat-rapat, seperti:
• Rapat Kerja (pengurus organisasi) yang
membicarakan rencana-rencana kerja pengurus serta kegiatan anggota yang akan
dilakukan dengan satu atau lebih target yang akan dicapai.
• Rapat Anggaran, untuk menentukan berapa jumlah
anggaran yang diperlukan untuk mendukung kerja organisasi atau untuk suatu
event / kegiatan (wujudnya daftar RKA) atau proposal kegiatan.
b. Organizing (pengorganisasian)
Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam
unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang
menduduki fungsi -fungsi tersebut secara tepat. Organizing dilakukan demi
perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat. Yang harus
diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara obyektif.
Dalam hal pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan
& diwujudkan adalah :
• Struktur Organisasi yang mampu menunjukkan
bagaimana hubungan
(relationship) antara organisasi/bagian/seksi yang
satu dengan yang lain.
• Job Description yang jelas yang mampu menjelaskan
tugas masing-masing
bagian.
• Bentuk Koordinasi antar bagian dalam organisasi
(misal. Rapat Koordinasi antar bagian, Rapat Pimpinan antar Organisasi, dll)
• Penataan dan Pendataan Arsip & Inventaris
Organisasi harus diatur dan ditata dengan baik administrasi organisasi, seperti
surat masuk, surat keluar, laporanlaporan, proposal keluar, data anggota, AD/ART,
GBHK, presensi, hasil rapat, inventarisasi yang dimiliki, perangkat yang
dipinjam dll.
c. Motivating (pendorongan)
Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk
membina dan
mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai.
Motivating mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti
kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karier, pemberian cuti dan
sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang
menggairahkan pemberian tunjangan, penyediaan fasiliatas yang lengkap dan
sebagainya.
d. Accounting (pelaporan)
Pelaporan merupakan unsur wajib yang harus dilakukan
untuk menunjukkan sikap & rasa tanggung jawab dari pengurus kepada
anggotanya ataupun kepada struktur yang berada diatasnya. Wujud kongkritnya adalah
:
• Progress Report (Laporan Pengembangan Kegiatan)
atau
• Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kegiatan
e. Controlling (pengendalian)
Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan
untuk mengadakan
pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat
mencapai tujuan seperti yang direncanakan. Controlling sangat penting untuk
mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah dilaksanakan sehingga dapat dilakukan
evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tindak lanjut, sehingga
pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya.
C. Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen,
Organisasi dan
Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana
(how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat
dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan
dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa
proses kegiatan
pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan
praktis, di samping itu
pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan
untuk :
a. Menghindari terjadinya pemborosan di dalam
pendayagunaan sumber-sumber daya dan waktu yang tersedia
b. Menghindari kemacetan-kemacetan dan
kesimpangsiuran dalam proses
pencapaian tujuan.
c. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan
koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen, organisasi dan tata
kerja dapat dilukiskanseperti di bawah ini.
a. Manajemen : proses kegiatan pencapaian tujuan
melalui kerja sama antar
manusia;
b. Organisasi : alat bagi pencapaian tujuan tersebut
dan alat bagi
pengelompokkan kerja sama.
c. Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana kegiatan
dan kerja sama tersebut
harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara
efisien.
Manajemen, organisasi dan tata kerja ketiganya
diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien.
Bab5
.
Fungsi satuan organisasi dan Metode
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama
sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat
dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk
melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan
bersama.
Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang
lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai.
Organisasi dapat dilihat dengan dua cara berbeda,
yaitu:
1) organisasi sebagai suatu sistem terbuka yang
terdiri atas sub-sistem yang saling berkaitan, dan memperoleh input untuk
diolah yang berasal dari lingkungan serta menyalurkan output hasil pengolahan
ke lingkungan kembali
2) organisasi sebagai sekelompok orang yang
berkerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama (Monir H. Thayeb).
Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, yaitu:
* Dalam arti statis, yaitu organisasi sebagai wadah
tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan.
* Dalam arti dinamis, yaitu organisasi sebagai suatu
sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun
informal.
Sinonim Organisasi Institusi/lembaga; Kelompok yang menampung aspirasi masyarakat; punya
aturan tertulis atau tidak; tumbuh dalam masyarakat; mencapai tujuan bersama;
dibentuk oleh pemerintah atau swasta.
Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:
1) goals oriented (berorientasi tujuan)
2) Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
3) structured activities
4) technological system.
Perbedaan Organisasi :
* Structure ; staff, line, matriks
* Strategy ; Growth Strategy, Diversification,
Defensive, Minimizing Internal Problem
* Style ; Autocratic Style, Participative Style, Free
Rein Style
* Skill : Keahlian / Keterampilan
* Staff ; Jenjang, Latar Belakang, Karakteristik
* Share Value : Superordinate Goals
* System : POAC
Pendekatan Terhadap Organisasi :
* Pendekatan Klasik
* Pendekatan Neo-Klasik
* Pendekatan Modern
Kesimpulan:
Organisasi adalah:
1) wadah atau tempat terselenggaranya administrasi
2) didalamnya terjadi berbagai hubungan
antar-individu maupun kelompok, baik dalam organisasi itu sendiri maupun keluar
3) terjadinya kerjasama dan pembagian tugas
4) berlangsungnya proses aktivitas berdasarkan
kinerja masing-masing.
Sebuah perusahaan tidaklah terlepas dari organisasi.
Organisasi dalam perusahaan merupakan hal penting dalam mencapai perusahaan
yang baik. Tata kelola yang baik adalah contoh dari organisasi yang berjalan
baik dalam perusahaan.
Dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan dan
perubahan yang sangat cepat, perusahaan perlu memiliki nilai lebih dan daya
tarik industri bagi para stakeholders. Suatu tata kelola perusahaan yang baik
sangat diperlukan untuk menjawab tantangan persaingan dan perubahan tersebut.
(PT. Semen Gresik (PERSERO) Tbk)
Perananan organisasi dalam perusahaan tidak beda
dengan peranannya dalam kehidupan sehari-hari.
ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE
Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang
mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian,
yaitu:
a. Sebagai wadah : tempat dimana kegiatan manajemen
dijalankan.
b. Sebagai proses : memperhatikan interaksi/kerja
sama antar orang-orang yang menjadi anggota organisasi tersebut :
1. hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara
resmi oleh top manajemen.
2. hub. informal = mempunyai 3 peranan :
1) sarana komunikasi
2) mengatur jalannya kerja sama
3) kebebasan bertindak oleh anggota organisasi
tersebut.
c. Sebagai sistem :
1. sistem sosial (antar sesama
manusia)
2. sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang
dikaitkan secara tertentu dan integral untuk tercapainya suatu tujuan.
3. sistem komunikasi (sistem tata saluran/arus
informasi dalam organisasi)
Definisi-definisi lain mengenai organisasi:
1. Menurut James D. Mooney : organisasi adalah suatu
bentuk kerjasama manusia untuk pencapaian tujuan bersama.
2. Menurut Thester I. Bernard : organisasi merupakan
suatu sistem kerjasama dari 2 orang atau lebih, sesuatu yang tak terwujud dan
tidak bersifat perseorangan dan sebagian besar mengenai hal-hal hubungan.
3. Menurut J. M. Gaus : organisasi adalah tata
hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama
dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab.
manajemen.àorganisasi adalah alat untuk tercapainya
tujuan dari sebuah Hubungan manajemen dan organisasi
Referensi:
T.Hani
Handoko, manajemen (edisi II), penerbit BPFE – Yogyakarta, 1984
YAYAT M.
HERUJITO, dasar-dasar manajemen, GRASINDO-Jakarta, 2001
MAMDUH
M.HANAFI , penuntun belajar manajemen.Yogyakarta,UPP AMP YKPN,1997

0 komentar :
Posting Komentar