CLOCK

Pages

Rabu, 02 Januari 2019

Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial DiIndonesia dan Analisanya

Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial DiIndonesia dan Analisanya


Penegertian Masalah Sosial
Masalah Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya (Jenssen, 1992). Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakat sebagai sesuatu kondisi yang tidak diharapkan.

Karakteristik masalah sosial

1.      Kondisi yang dirasakan banyak orang.

Suatu masalah baru dapat dikatakan sebagai masalah sosial apabila kondisinya dirasakan oleh banyak orang. Namun,tidak ada batasan mengenai berapa jumlah orang yang harus merasakan masalah tersebut. Jika suatu masalah mendapat perhatian dan pembicaraan yang lebih dari satu orang, masalah tersebut adalah masalah sosial.

2.      Kondisi yang dinilai tidak menyenangkan.

Menurut paham hedonisme, orang cenderung mengulang sesuatu yang menyenangkan dan menghindari sesuatu yang tidak mengenakkan. Orang senantiasa menghindari masalah, karena masalah selalu tidak menyenangkan. Penilaian masyarakat sangat menentukan suatu masalah dapat dikatakan sebagai masalah sosial.

3.      Kondisi yang menuntut perpecahan.

Suatu kondisi yang tidak menyenangkan senantiasa menuntut pemecahan. Umumnya, suatu kondisi dianggap perlu dipecahkan jika masyarakat menganggap masalah tersebut perlu dipecahkan. Pada waktu lalu, masalah kemiskinan tidak dikategorikan sebagai masalah sosial, karena waktu itu masyarakat menganggap kemiskinan sebagai sesuatu yang alamiah dan masyarakat belum mampu memecahkannya. Sekarang, setelah masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggulangi kemiskinan, kemiskinan ramai diperbicangkan dan diseminarkan, karena dianggap sebagai masalah sosial.

4.      Pemecahan masalah tersebut harus diselesaikan melalui aksi secara kolektif.

Masalah sosial berbeda dengan masalah individual. Masalah individual dapat diatasi secara individual, tetapi masalah sosial hanya dapat diatasi melalui rekayasa sosial seperti aksi sosial, kebijakan sosial atau perencanaan sosial, karena penyebab dan akibatnya bersifat multidimensional dan menyangkut banyak orang.

Upaya pengendalian Masalah Sosial

Sosialisi

Fromm (1994) menyatakan bahwa jika suatu masyarakat ingin berfungsi secara efisien, maka anggotanya harus memiliki sifat yang membuat mereka ingin berbuat sesuai dengan apa yang harus mereka lakukan sebagai anggota masyarakat. Mereka harus menghentikan kegiatan mereka secara obyektif perlu mereka melakukan. Orang dapat dikendalikan dengan mensosialisasikannya kepada mereka, sehingga mereka menjalankan peran sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tekanan sosial

Ketika seseorang mengalami tekanan keinginan dari sebuah masalah maka ini adalah sebuah proses yang berkisinambungan dan sebagian besar berlangsung tanpa disadari. seseorang memilih menjadi seorang petani kecil, dan kemudian hanya berpandangan tentang partai Republik yang baik, namun berbeda ketika Dia mengalami tekanan dari partai ini, maka Ia akan memiliki haluan yang berbeda dengan pandangannya sebelumnya. Hal ini akan sama saat keadaan dilakukannya penekanan pada masalah sosial melalui perubahan paradigma terhadap masalah tersebut.

Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial DiIndonesia dan Analisisnya


Kemiskinan adalah masalah sosial dinegeri ini yang masih menjadi tugas negara dan penduduknya untuk saling membantu dan membangun. Karena merupakan negara yang berkembang, tingkat kemiskinan Indonesia cukup memprihatinkan dari tahun ke tahun, Badan Pusat Statistika (BPS) mencatat maret 2017 jumlah penduduk miskin, yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 %) dari jumlah total penduduk.

Akibat dari kemiskinan sejalan dengan tingkat pengangguran yang tinggi sehingga angka kriminalitas yang terjadi memprihatinkan dari mulai perampokan, begal, pencurian motor, dan lainnya. Dan lebih mirisnya lagi sebagian dari warga Negara Indonesia harus mencari pekerjaan di luar negeri, tamat SLTA sudah harus ke negeri seberang mencari pundi-pundi uang, terpisah dengan keluarga dan terikat kontrak kerja.

Indonesia adalah salah satu negeri yang tingkat korupsinya sangat tinggi. Sebab, banyak pejabat yang menyelewengkan uang negara dan memanipulasi keuangan baik untuk kepentingan pribadi maupun golongan. Korupsi di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Tindak pidana korupsi sudah meluas dalam masyarakat, baik dari jumlah kasus yang terjadi dan jumlah kerugian negara maupun dari segi kualitas tindakk pidana yang dilakukan semakin sistematis serta lingkupnya yang memasuki seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Bahkan yang lebih miris lagi adanya pejabat pemerintahan mengkorupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) yang kita ketahui dana tersebut dikucurkan untuk rakyat yang kurang mampu, terkena bencana alam, biaya pendidikan dan biaya kesehatan. Sungguh menjadi ironi dan memprihatinkan. Semua itgu akibat ulah dari para koruptor yang akhirnya menghambat pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Analaisis Kemiskinan sebagai masalah sosial di Indonesia

Dari data Badan Pusat Statistik didapatkan bahwa Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 25,95 juta orang (9,82 persen). Ini menandakan kemiskinan di Inodenesia masih tinggi hampir mencapai 10 persen
.
Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab kemiskinan yang paling umum:

1. Laju Pertumbuhan Penduduk
Angka kelahiran yang tinggi akan mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk suatu negara menjadi besar. Bila laju pertumbuhan ini tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi, maka hal ini akan mengakibatkan angka kemiskinan akan semakin meningkat di suatu negara.

Hal ini dapat kita lihat pertumbuhan penduduk di jakarta, dimana penduduknya sangat padat ditambah dengan banyaknya perantau yang mengadu nasib di ibukota. Hal ini menyebabkan banyak perkampungan kumuh dijakarta yang rakyatnya masih dilanda kemiskinan. Tentu pemerintah punya tanggung jawab besar selaku pihak administratif negara yang diamanihi memperbaiki kota.

2. Angka Pengangguran Tinggi

Lapangan kerja yang terbatas menyebabkan angka pengangguran di suatu negara menjadi tinggi. Semakin banyak pengangguran maka angka kemiskinan juga akan meningkat.
Peningkatan angka pengangguran juga dapat menimbulkan masalah lain yang meresahkan masyarakat. Misalnya munculnya pelaku tindak kejahatan, pengemis, dan lain-lain.

3. Tingkat Pendidikan yang Rendah

Masyarakat yang tingkat pendidikannya rendah cenderung tidak memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai. Sehingga mereka tidak bisa bersaing dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi di dunia kerja maupun dunia usaha. Hal ini kemudian membuat angka pengangguran dan kemiskinan menjadi bertambah.

4. Bencana Alam

Bencana alam merupakan faktor penyebab kemiskinan yang tidak dapat dicegah karena berasal dari alam. Bencana alam seperti tsunami, banjir, tanah longsor, dan lain-lain, akan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur maupun psikologis.
Peristiwa bencana alam yang besar dapat mengakibatkan masyarakat mengalami kemiskinan karena kehilangan harta.

5. Distribusi yang Tidak Merata

Ketidaksamaan pola kepemilikian sumber daya akan menimbulkan ketimpangan dalam distribusi pendapatan. Pada umumnya, masyarakat yang hanya memiliki sumber daya terbatas dan berkualitas rendah berada di bawah garis kemiskinan.

Kemiskinan di daerah yang sulit dijangkau pemerintah


Didaerah luar jawa pun masih banyak daerah yang belum terjamah secara maksimal oleh pemerintah, sehingga kemiskinan masih sulit dihindari. Sarana tranportasi yang terbatas untuk mencapai daerah daerah yang terpelosok masih menjadi tugas utama. Selain akses yang rumit, posisi daerah yang jauh dari ibukota meneyebabkan mereka kesusahan dalam mencari lapangan pekerjaan, sedangkan barang barang disana pun harganya relatif tinggi, seperti bbm yang berbeda harga dengan pulau jawa.

            Tingkat pengangguran yang tinggi salah satunya disebabkan tingkat pendidikan mereka yang rendah, sehingga pemikiran mereka yang masih harus dibuka dan diukembangkan menjadi terhambat, sekolah sekolah didaerah pedalaman pun tak sebanyak dan seberkembang di daerah kota besar, sehingga sekolah dan sumber daya pengajar  tak seefektif sekolah di kota besar. Inilah yang menjadi tugas pemerintah untuk mengkaji bagaimana mereka mengeluarkan solusi terbaik dalam memangkas angka kemiskinan dan menyalurkan setiap bantuan kedaerah yang masih jauh dari kata tercukupi.


Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Masalah_sosial



0 komentar :

Posting Komentar