Kemiskinan
Sebagai Masalah Sosial DiIndonesia dan Analisanya
Penegertian
Masalah Sosial
Masalah
Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan
antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya (Jenssen, 1992). Masalah
sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakat sebagai sesuatu kondisi
yang tidak diharapkan.
Karakteristik
masalah sosial
1. Kondisi yang dirasakan banyak orang.
Suatu masalah baru
dapat dikatakan sebagai masalah sosial apabila kondisinya dirasakan oleh banyak
orang. Namun,tidak ada batasan mengenai berapa jumlah orang yang harus
merasakan masalah tersebut. Jika suatu masalah mendapat perhatian dan
pembicaraan yang lebih dari satu orang, masalah tersebut adalah masalah sosial.
2. Kondisi yang dinilai tidak menyenangkan.
Menurut paham
hedonisme, orang cenderung mengulang sesuatu yang menyenangkan dan menghindari
sesuatu yang tidak mengenakkan. Orang senantiasa menghindari masalah, karena
masalah selalu tidak menyenangkan. Penilaian masyarakat sangat menentukan suatu
masalah dapat dikatakan sebagai masalah sosial.
3.
Kondisi yang menuntut perpecahan.
Suatu kondisi yang
tidak menyenangkan senantiasa menuntut pemecahan. Umumnya, suatu kondisi
dianggap perlu dipecahkan jika masyarakat menganggap masalah tersebut perlu
dipecahkan. Pada waktu lalu, masalah kemiskinan tidak dikategorikan sebagai
masalah sosial, karena waktu itu masyarakat menganggap kemiskinan sebagai
sesuatu yang alamiah dan masyarakat belum mampu memecahkannya. Sekarang,
setelah masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggulangi
kemiskinan, kemiskinan ramai diperbicangkan dan diseminarkan, karena dianggap
sebagai masalah sosial.
4.
Pemecahan masalah tersebut harus
diselesaikan melalui aksi secara kolektif.
Masalah sosial berbeda
dengan masalah individual. Masalah individual dapat diatasi secara individual,
tetapi masalah sosial hanya dapat diatasi melalui rekayasa sosial seperti aksi
sosial, kebijakan sosial atau perencanaan sosial, karena penyebab dan akibatnya
bersifat multidimensional dan menyangkut banyak orang.
Upaya
pengendalian Masalah Sosial
Sosialisi
Fromm
(1994) menyatakan bahwa jika suatu masyarakat ingin berfungsi secara efisien,
maka anggotanya harus memiliki sifat yang membuat mereka ingin berbuat sesuai
dengan apa yang harus mereka lakukan sebagai anggota masyarakat. Mereka harus
menghentikan kegiatan mereka secara obyektif perlu mereka melakukan. Orang
dapat dikendalikan dengan mensosialisasikannya kepada mereka, sehingga mereka
menjalankan peran sesuai dengan apa yang diharapkan.
Tekanan sosial
Ketika
seseorang mengalami tekanan keinginan dari sebuah masalah maka ini adalah
sebuah proses yang berkisinambungan dan sebagian besar berlangsung tanpa
disadari. seseorang memilih menjadi seorang petani kecil, dan kemudian hanya
berpandangan tentang partai Republik yang baik, namun berbeda ketika Dia
mengalami tekanan dari partai ini, maka Ia akan memiliki haluan yang berbeda dengan
pandangannya sebelumnya. Hal ini akan sama saat keadaan dilakukannya penekanan
pada masalah sosial melalui perubahan paradigma terhadap masalah tersebut.
Kemiskinan
Sebagai Masalah Sosial DiIndonesia dan Analisisnya
Kemiskinan
adalah masalah sosial dinegeri ini yang masih menjadi tugas negara dan
penduduknya untuk saling membantu dan membangun. Karena merupakan negara yang
berkembang, tingkat kemiskinan Indonesia cukup memprihatinkan dari tahun ke
tahun, Badan Pusat Statistika (BPS) mencatat maret 2017 jumlah penduduk miskin,
yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis
kemiskinan di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 %) dari jumlah total
penduduk.
Akibat
dari kemiskinan sejalan dengan tingkat pengangguran yang tinggi sehingga angka
kriminalitas yang terjadi memprihatinkan dari mulai perampokan, begal, pencurian
motor, dan lainnya. Dan lebih mirisnya lagi sebagian dari warga Negara
Indonesia harus mencari pekerjaan di luar negeri, tamat SLTA sudah harus ke
negeri seberang mencari pundi-pundi uang, terpisah dengan keluarga dan terikat
kontrak kerja.
Indonesia
adalah salah satu negeri yang tingkat korupsinya sangat tinggi. Sebab, banyak
pejabat yang menyelewengkan uang negara dan memanipulasi keuangan baik untuk
kepentingan pribadi maupun golongan. Korupsi di Indonesia terus menunjukkan
peningkatan dari tahun ke tahun. Tindak pidana korupsi sudah meluas dalam
masyarakat, baik dari jumlah kasus yang terjadi dan jumlah kerugian negara
maupun dari segi kualitas tindakk pidana yang dilakukan semakin sistematis
serta lingkupnya yang memasuki seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Bahkan
yang lebih miris lagi adanya pejabat pemerintahan mengkorupsi dana Bantuan
Sosial (Bansos) yang kita ketahui dana tersebut dikucurkan untuk rakyat yang
kurang mampu, terkena bencana alam, biaya pendidikan dan biaya kesehatan.
Sungguh menjadi ironi dan memprihatinkan. Semua itgu akibat ulah dari para
koruptor yang akhirnya menghambat pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Analaisis
Kemiskinan sebagai masalah sosial di Indonesia
Dari
data Badan Pusat Statistik didapatkan bahwa Pada bulan Maret 2018, jumlah
penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah
Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 25,95 juta orang (9,82 persen). Ini menandakan
kemiskinan di Inodenesia masih tinggi hampir mencapai 10 persen
.
Berikut
ini adalah beberapa faktor penyebab kemiskinan yang paling umum:
1.
Laju Pertumbuhan Penduduk
Angka
kelahiran yang tinggi akan mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk suatu negara
menjadi besar. Bila laju pertumbuhan ini tidak sebanding dengan pertumbuhan
ekonomi, maka hal ini akan mengakibatkan angka kemiskinan akan semakin
meningkat di suatu negara.
Hal
ini dapat kita lihat pertumbuhan penduduk di jakarta, dimana penduduknya sangat
padat ditambah dengan banyaknya perantau yang mengadu nasib di ibukota. Hal ini
menyebabkan banyak perkampungan kumuh dijakarta yang rakyatnya masih dilanda
kemiskinan. Tentu pemerintah punya tanggung jawab besar selaku pihak
administratif negara yang diamanihi memperbaiki kota.
2.
Angka Pengangguran Tinggi
Lapangan
kerja yang terbatas menyebabkan angka pengangguran di suatu negara menjadi
tinggi. Semakin banyak pengangguran maka angka kemiskinan juga akan meningkat.
Peningkatan
angka pengangguran juga dapat menimbulkan masalah lain yang meresahkan
masyarakat. Misalnya munculnya pelaku tindak kejahatan, pengemis, dan
lain-lain.
3.
Tingkat Pendidikan yang Rendah
Masyarakat
yang tingkat pendidikannya rendah cenderung tidak memiliki keterampilan,
wawasan, dan pengetahuan yang memadai. Sehingga mereka tidak bisa bersaing
dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi di dunia kerja maupun dunia usaha.
Hal ini kemudian membuat angka pengangguran dan kemiskinan menjadi bertambah.
4.
Bencana Alam
Bencana
alam merupakan faktor penyebab kemiskinan yang tidak dapat dicegah karena
berasal dari alam. Bencana alam seperti tsunami, banjir, tanah longsor, dan
lain-lain, akan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur maupun psikologis.
Peristiwa
bencana alam yang besar dapat mengakibatkan masyarakat mengalami kemiskinan
karena kehilangan harta.
5.
Distribusi yang Tidak Merata
Ketidaksamaan
pola kepemilikian sumber daya akan menimbulkan ketimpangan dalam distribusi
pendapatan. Pada umumnya, masyarakat yang hanya memiliki sumber daya terbatas
dan berkualitas rendah berada di bawah garis kemiskinan.
Kemiskinan
di daerah yang sulit dijangkau pemerintah
Didaerah
luar jawa pun masih banyak daerah yang belum terjamah secara maksimal oleh
pemerintah, sehingga kemiskinan masih sulit dihindari. Sarana tranportasi yang
terbatas untuk mencapai daerah daerah yang terpelosok masih menjadi tugas
utama. Selain akses yang rumit, posisi daerah yang jauh dari ibukota
meneyebabkan mereka kesusahan dalam mencari lapangan pekerjaan, sedangkan
barang barang disana pun harganya relatif tinggi, seperti bbm yang berbeda
harga dengan pulau jawa.
Tingkat pengangguran yang tinggi
salah satunya disebabkan tingkat pendidikan mereka yang rendah, sehingga
pemikiran mereka yang masih harus dibuka dan diukembangkan menjadi terhambat,
sekolah sekolah didaerah pedalaman pun tak sebanyak dan seberkembang di daerah
kota besar, sehingga sekolah dan sumber daya pengajar tak seefektif sekolah di kota besar. Inilah yang
menjadi tugas pemerintah untuk mengkaji bagaimana mereka mengeluarkan solusi
terbaik dalam memangkas angka kemiskinan dan menyalurkan setiap bantuan
kedaerah yang masih jauh dari kata tercukupi.
Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Masalah_sosial


0 komentar :
Posting Komentar