pegorganisasian

pengorganisasian dan departementsi

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

amazing

sangat mengasyikkan

AMAZAING ADVENTURE

Step To Baduy To Next Adventure

Bersepeda Asyik

Bersepeda itu mengasyikkan loh

CLOCK

Pages

Selasa, 17 Januari 2017

Tugas softskill 4 Sistem Informasi Akuntansi

Tugas softskill 4 Sistem Informasi Akuntansi



4.3 PENGENDALIAN : TUJUAN, ANCAMAN, DAN PROSEDUR

Fungsi kedua dari SIA adalah untuk memberikan pengendalian yang cukup untuk memastikan bahwa   tujuan-tujuan tersebut terpenuhi.
 
• Tujuan :
– Semua produksi dan perolehan aktiva tetap diotorisasi dengan baik.
– Persediaan barang dalam proses dan aktiva tetap dijaga keamanannya.
– Semua transaksi siklus produksi yang valid dan sah akan dicatat.
• Ancaman :
– Transaksi yang tidak diotorisasi
– Pencurian atau pengrusakan persediaan dan aktiva tetap
– Kesalahan pencatatan dan posting
– Kehilangan data
– Masalah tidak efisien dan pengendalian kualitas
• Prosedur :
– Ramalan penjualan yang akurat dan catatan persediaan
– Otorisasi produksi
– Larangan akses ke program perencanaan produksi dan ke dokumen pesanan produksi yang kosong
– Tinjauan dan persetujuan biaya aktiva modal
• Masalah-masalah umum pengendalian internal :
-Perubahan keinginan konsumen
-Ancaman pesaing
-Perubahan peraturan
-Perubahan faktor ekonomi
-Pelanggaran karyawan
• Pertimbangan pengendalian internal
 
Masalah-masalah yang ada pada pengendalian internal haruslah di pertimbangkan agar masalah dapat segera di atasi,karena masalah tersebut dapat menjadi bertambah buruk.
 
Sumber :

Tugas softskill 4 Sistem Informasi Akuntansi

Tugas softskill 4 Sistem Informasi Akuntansi



 4.2 PROSEDUR PEMROSESAN INFORMASI.

Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan – penjualan tersebut.

Tujuan utama siklus pendapatan yaitu menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.


Aktivitas yang dilakukan ialah :

Informasi yang lampau dan yang saat ini diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis berikut ini :
• Menentukan harga produk dan jasa
• Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi
• Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan
• Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek
• Merencanakan kampanye pemasaran yang baru
• Penilaian Kinerja
SIA juga harus menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja proses yang penting berikut ini :
• Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
• Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
• Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
• Tingkat dan tren kepuasan pelanggan
• Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
• Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan
• Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan
• Keefektifan iklan dan promosi
• Kinerja staf penjualan
• Pengeluaran piutang ragu – ragu dan kebijakan kredit

Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan2 tersebut. Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.

AKTIVITAS BISNIS SIKLUS PENDAPATAN

Empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan :

Penerimaan pesanan dari para pelanggan
– Mengambil pesanan pelanggan
– Persetujuan kredit
– Memeriksa ketersediaan persediaan
– Menjawab permintaan pelanggan
Pengiriman barang
– Ambil dan pak pesanan
– Kirim pesanan
Penagihan dan piutang usaha
– Penagihan
– Pemeliharaan data piutang usaha
– Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusan
Penagihan kas
– Menangani kiriman uang pelanggan
– Menyimpannya ke bank
Sumber :

https://zzzfadhlan.wordpress.com/2013/01/28/prosedur-pemrosesan-informasi/

Tugas softskill 4 Sistem Informasi Akuntansi



Tugas softskill 4 Sistem Informasi Akuntansi

4.1 AKTIVITAS BISNIS DALAM SIKLUS PENDAPATAN
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.
empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan ?
Entri pesanan penjualan
Pengiriman
Penagihan dan Piutang Usaha
Penagihan Kas
1)Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Entri Pesanan Penjualan:
Proses entri pesanan penjualan mencakup tiga tahap :
Mengambil pesanan dari pelanggan
Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
Memeriksa ketersediaan persediaan

2)Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Pengiriman :
Aktivitas dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkan barang dagangan yang diinginkan tersebut, proses ini terdiri dari dua tahap:
Mengambil dan mengepak pesanan
Mengirim pesanan tersebut

3)Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Penagihan dan Piutang Usaha :
Aktivitas dasar ketiga dalam siklus pendapatan, melibatkan:
Penagihan ke para pelanggan
Memelihara data piutang usaha

4) Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Penagihan Kas :
Langkah keempat (terakhir) dalam siklus pendapatan adalah penagihan kas, melibatkan:
Menangani kiriman uang pelanggan
Menyimpannya ke bank
Entri Pesanan Penjualan (Aktivitas 1)
Fungsi entri pesanan penjualan mencakup tiga aktivitas utama, yaitu :
Mengambil pesanan dari pelanggan
Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
Memeriksa ketersediaan persediaan
Bagaimanapun data pesanan pelanggan diterima pada awalnya, merupakan hal yang penting bahwa semua data yang dibutuhkan untuk memproses pesanan tersebut dikumpulkan dan dicatat secara akurat. Oleh sebab itu, pemeriksaan edit berikut ini harus dilakukan untuk memastikan akurasi yang menyeluruh:

Pemeriksaan validitas, Uji kelengkapan
Uji kewajaran
Persetujuan kredit
Otorisasi umum, Batas kredit
Otorisasi khusus:Pemeriksaan batas
Langkah berikutnya adalah, menetapkan apakah tersedia cukup persediaan untuk memenuhi pesanan tersebut.
Internally generated documents produced by sales order entry:
Pesanan penjualan
Slip pengepakan
Kartu pengambilan barang
Pengiriman (Aktivitas 2)
Warehouse workers are responsible for filling customer orders by removing items from inventory.
Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan informasi:
Menentukan metode pengiriman.
in-house
outsource
Dokumen, catatan, dan prosedur:
Kartu pengambilan printed by the sales order entry triggers the shipping process and is used to identify which products to remove from inventory.
Jumlah phisik dibandingkan dengan kuantitas pada kartu pengambilan dan slip pengepakan.
Beberapa tempat pemeriksaan dibuat dan dokumen pengiriman dipersiapkan.
Penagihan dan Piutang Usaha (Aktivitas 3)
Dua aktivitas yang dilakukan pada stage siklus pendapatan ini adalah:
Invoicing customers
Maintaining customer accounts
Jenis sistem penagihan:
Dalam sistem setelah penagihan, faktur dipersiapkan setelah confirmasi bahwa barang-barang dikirim.
Dalam sistem pra penagihan, faktur dipersiapkan (tetapi tidak dikirim) sesegera pesanan disetujui.
Persediaan, piutang dagang, dan file buku besar diperbaharui pada waktu ini.
Metode-metode pengurusan piutang dagang:
Metode faktur terbuka
Metode pembayaran gabungan
Untuk memperoleh aliran penerimaan kas yang lebih seragam, banyak perusahaan menggunakan proses yang disebut Penagihan berdaur.
Penagihan Kas (Aktivitas 4)
Dua bagian yang terlibat dalam aktivitas ini adalah:
Kasir
Fungsi piutang dagang
Keputusan-keputusan penting dan Kebutuhan Informasi:
Pentingnya pengurangn pencurian kas.
Fungsi penagihan piutang dagang seharusnya tidak mempunyai akses phisik ke kas atau cek.
Fungsi piutang dagang harus mampu mengidentifikasi sumber suatu pengiriman uang dan vaktur aplikasi harus dikredit.

Sumber :
http://fauzionline553.blogspot.co.id/2013/01/aktivitas-bisnis-dalam-siklus-pendapatan.html

Jumat, 06 Januari 2017

link nonoton film keren

link nonoton film keren:

http://watchflixhd.hotmovies4k.com/

http://lk21.tv/naam-hai-akira-2016/

Senin, 02 Januari 2017

Jelaskan Elemen Pengendalian Internal Versi COSO (Tugas Softskill 3.5)

Jelaskan Elemen Pengendalian Internal Versi COSO
(Tugas Softskill 3.5)

Struktur pengendalian internal COSO dikenal sebagai Kerangka Kerja Pengendalian Internal yang Terintegrasi (COSO-Internal Control Integrated Framework) yang terdiri dari 5 komponen yang saling berhubungan. Komponen ini didapat dari cara manajemen menjalankaan bisnisnya, dan terintegrasi dengan proses manajemen.


Untuk  memberikan  kepastian yang layak bahwa tujuan pengendaliannya akan tercapai.
Komponen pengendalian COSO meliputi hal-hal berikut ini :
1. Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian berfungsi sebagai payung bagi keempat komponen lainnya. Untuk memahami dan menilai lingkungan pengendalian, auditor harus mempertimbangkan subkomponen pengendalian yang paling penting, yaitu ;
·        Integritas dan nilai-nilai etis
·        Komitmen kepada kompetensi
·        Partisipasi dewan komisaris atau komite audit
·        Filosofi dan gaya operasi manajemen struktur organisasi
·        Kebijakan dan praktik sumber daya manusia

2. Penilaian risiko
Penilaian risiko (risk assessment) atas laporan keuangan adalah tindakan yang dilakukan manajemen untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang sesuai GAAP

3. Aktivitas pengendalian
Aktivitas pengendalian (control activities) adalah kebijakan dan prosedur, selain yang sudah termasuk dalam epat komponen lainnya, yang membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan telah diambil untuk menangani risiko guna mencapai tujuan entitas.
Aktivitas pengandalian umum dibagi menjadi lima jenis berikut ini, yang akan dibahas berikutnya:
·        Pemisahan tugas yang memadai
·        Otorisasi yang sesuai atas transaksi dan aktivitas
·        Dokumen dan catatan yang memadai
·        Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan
·        Pemeriksaan kinerja secara independen

4. Infornasi dan komunikasi
Tujuan sistem informasi dan komunikasi akuntansi dari entitas adalah untuk mencatat, memroses, dan melaporkan transaksi yang dilakukan entitas itu serta mempertahankan akuntabilitas aktivitas terkait.
Untuk memahami perancangan sistem informasi akuntansi, auditor akan menentukan :
·        kelas transaksi utama entitas;
·        bagaimana transaksi dicatat;
·        catatan akuntansi apa saja yang ada serta sifatnya;
·        bagaimana sistem itu menangkap peristiwaperistiwa lain yang    penting bagi laporan keuangan, seperti penurunan nilai aktiva;
·        sifat serta rincian proses pelaporan keuangan yang diikuti, termasuk prosedur pencatatan transaksi dan penyesuaian dalam buku besar umum.

5. Pemantauan
Aktivitas pemantauan berhubungan dengan penilaian mutu pengendalian internal secara berkelanjutan atau periodik oleh manajemen untuk menentukan seperti yang diharapkan dan telah dimodifikasi sesuai dengan perubahaan kondisi.

Sumber :

http://gibrangustav20.blogspot.co.id/2015/12/37-elemen-pengendalian-internal-versi.html

Jelaskan Pengertian Pengendalian Intern (Internal Control) (Tugas Softskill 3.4)

Jelaskan Pengertian Pengendalian Intern
(Internal Control)
(Tugas Softskill 3.4)

A. Pengertian Sistem Pengendalian Intern
Sistem Pengendalian Intern merupakan istilah yang telah umum dan banyak digunakan berbagai kepentingan. Istilah Pengendalian intern diambil dari terjemahan istilah “Internal Control” meskipun demikian penulis menterjemahkan sebagai pengawasan intern, untuk istilah tersebut hal ini tidaklah menjadi masalah karena tidak mengurangi pengertian Sistem Pengendalian Intern secara umum.

Sebagaimana diketahui bahwa definisi Pengendalian Intern yang dikemukakan commite on Auditing Procedur American Institute of Carified Public Accountant (ICPA) adalah sebagai beirkut : “Pengendalian intern mencakup rencana organisasi dan semua metode serta tindakan yang telah digunakan dalam perusahaan untuk mengamankan aktivanya, mengecek kecermatan dan keandalan dari data akuntansinya, memajukan efisiensi operasi, dan mendorong ketaatan pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan pimpinan” (James 1997:155).

Kemudian D. Hartanto memberikan penjelasan tentang Pengendalian Intern dengan membedakan kedalam arti yang sempit dan dalam arti luas secara lengkap disebutkan :
 

a. Dalam arti sempit : Pengendalian Intern disamakan dengan “Internal Check” yang merupakan prosedur-prosedur mekanisme untuk memeriksa ketelitian dari data-data administrasi, seperti mencocokkan penjumlahan Horizontal dengan penjumlahan Vertikal.
 

b. Dalam arti luas: Pengendalian Intern dapat disamakan dengan “Manajemen Control”, yaitu suatu sistem yang meliputi semua cara-cara yang digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk mengawasi/mengendalikan perusahaan.
Dalam pengertian Pengendalian Intern meliputi : “Struktur Organisasi, formulir-formulir dan prosedur pembukuan dan laporan (Administrasi), budget dan standart pemeriksaan intern dan sebagainya.” (Hartanto, 1997 : 51).

B. Tujuan Pengendalian Intern
Pengendalian Intern yang diciptakan dalam suatu perusahaan harus mempunyai beberapa tujuan. Sesuai dengan definisi yang dikemukakan AICPA tersebut diatas, maka dapatlah dirumuskan tujuan dari Pengendalian Intern yaitu :
a. Menjaga keamanan harta milik perusahaan.
b. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
c. Memajukan efisiensi operasi perusahaan.
d. Membantu menjaga kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu untuk dipatuhi. (Zaki, 1999:14).
Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka perlu adanya syarat-syarat tertentu untuk mencapainya, yaitu unsur-unsur yang mendukungnya.

C. Unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern
Dalam buku Akuntansi Keuangan (Zaki, 1999; 15) bahwa “penerapan unsur-unsur sistem pengendalian intern dalam suatu perusahaan tertentu harus mempertimangkan biaya dan manfaatnya. Suatu Sistem Pengendalian Intern yang baik haruslah bersifat cepat, murah dan aman, sehingga perusahaan dapat menjalankan operasinya dengan lancar, terjamin keamanannya dan biaya pengawasan yang dibutuhkan relatif tidak mahal.”
Prinsip-prinsip umum Sistem Pengendalian Intern hanya berlaku sebagai pedoman, bukan merupakan suatu keharusan yang ditetapkan secara baku. Meskipun demikian, AICPA mengemukakan bahwa suatu Sistem Pengendalian Intern yang memuaskan akan bergantung sekurang-kurangnya empat unsur Pengendalian Intern adalah sebagai berikut :
a. Suatu struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tepat.
b. Suatu sistem wewenang dan prosedur pembukuan yang baik berguna untuk melakukan pengawasan akuntansi yang cukup terhadap harta milik, hutang-hutang, pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya.
c. Praktek-praktek yang sehat haruslah dijalankan didalam melakukan tugas-tugas dan fungsi-fungsi setiap bagian dalam organisasi.
d. Suatu tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan tanggung jawab.

Unsur-unsur tersebut diatas adalah sangat penting dan harus diterapkan secara bersama-sama dalam suatu perusahaan, agar terdapat adanya Sistem Pengendalian Intern yang baik, sebab kelemahan yang serius dalam salah satu diantaranya, pada umumnya akan merintangi sistem itu bekerja dengan lancar dan sukses.


Sumber : 

http://jasapembuatantesis.net/definisi_sistem_pengendalian_internal

Jelaskan Apa itu COSO dan COBID ( Tugas Softskill 3.3)

Jelaskan Apa itu COSO dan COBID
( Tugas Softskill 3.3)

1. Pengertian COSO
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, atau disingkat COSO, adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keuangan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut. COSO telah menyusun suatu definisi umum untuk pengendalian, standar, dan kriteria internal yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai sistem pengendalian mereka.
COSO disponsori dan didanai oleh 5 asosiasi dan lembaga akuntansi profesional; American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), American Accounting Association (AAA), Financial Executives Institute (FEI), The Institute of Internal Auditors (IIA) dan The Institute of Management Accountants (IMA).

2. Pengertian COBIT
Control Objective for Information and related Technology, disingkat COBIT, adalah suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi. Standar COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA. COBIT 4.1 merupakan versi terbaru.


COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :
·        Perencanaan Dan Organisasi (Plan And Organise)
·        Pengadaan Dan Implementasi (Acquire And Implement)
·        Pengantaran Dan Dukungan (Deliver And Support)
·        Pengawasan Dan Evaluasi (Monitor And Evaluate)


3. Perbandingan Fokus Internal Control antara CoBIT dan COSO
Konsep serta framework yang terkait dengan internal control yang populer saat ini yaitu CoBIT dan COSO terdapat perbedaan dan persamaan di dalamnya.
Hal tersebut ditinjau dari setidaknya 7 (tujuh) elemen yaitu fokus pengguna utama, sudut pandang atas internal control, tujuan yang ingin dicapai dari sebuah internal control, komponen/domain, fokus pengendalian, evaluasi atas internal control, pertanggungjawaban atas sistem pengendalian.

Berikut ini tinjauan perbedaan maupun persamaan dari masing-masing framework:
A. CoBIT
· Fokus Pengguna Utama adalah manajemen, operator dan auditor sistem informasi.
· Sudut pandang atas internal control adalah kesatuan beberapa proses yang terdiri atas kebijakan, prosedur, penerapan serta struktur organisasi.
· Tujuan yang ingin dicapai dari sebuah internal control adalah pengoperasian sistem yang efektif dan efisien, kerahasiaan, kesatuan dan ketersediaan informasi yang dilengkapi dengan sistem pelaporan keuangan yang handal disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
· Komponen/domain yang dituju adalah perencanaan dan pengorganisasian, pemaduan dan penerapan, pengawasan atas dukungan serta pendistribusian.
· Fokus pengendalian dari CoBIT adalah sisi teknologi informasi.
· Evaluasi atas internal control ditujukan atas seberapa efektif pengendalian tersebut diterapkan dalam periode waktu yang sudah ditetapkan.
· Pertanggungjawaban atas sistem pengendalian dari CoBIT ditujukan kepada manajemen.
 

B. COSO
· Fokus Pengguna Utama adalah manajemen.
· Sudut pandang atas internal control adalah kesatuan beberapa proses secara umum.
· Tujuan yang ingin dicapai dari sebuah internal control adalah pengoperasian sistem yang efektif dan efisien, pelaporan laporan keuangan yang handal serta kesesuaian dengan peraturan yang berlaku.
· Komponen/domain yang dituju adalah pengendalian atas lingkungan, manajemen resiko, pengawasan serta pengendalian atas aktivitas informasi dan komunikasi.
· Fokus pengendalian dari eSAC adalah keseluruhan entitas.
· Evaluasi atas internal control ditujukan atas seberapa efektif pengendalian tersebut diterapkan dalam poin waktu tertentu.
· Pertanggungjawaban atas sistem pengendalian dari eSAC ditujukan kepada manajemen.
Jika melihat dari hal-hal tersebut maka dapat dilihat adanya persamaan sebagai berikut:
· Seluruh tujuan dari framework CoBIT dan COSO adalah pengendalian serta pengawasan atas proses dan lingkungan.
· Pertanggungjawaban ditujukan kepada manajemen.
· Seluruh sistem pelaporan dan prosedur wajib mengikuti aturan yang berlaku.


Sumber :  

http://ajenganugraheni.blogspot.co.id/2012/12/coso-dan-cobit.html
http://hira-sinatrya.blogspot.co.id/2012/12/tentang-coso-dan-cobit.html

Jelaskan Hambatan Pasif Dan Contohnya (Tugas SoftSkill 3.2)

Jelaskan Hambatan Pasif Dan Contohnya
(Tugas SoftSkill 3.2)

Hambatan pasif adalah hambatan yang disebabkan secara tidak sengaja. Contoh ancaman pasif adalah sistim bermasalah, seperti karena bencana alam. Sistem bermasalah juga karena kegagalan-kegagalan peralatan dan komponen. Berbeda dengan hambatan aktif yang secara sengaja menghambat sistem, hambatan pasif biasanya diakibatkan oleh ketidaksengajaan atau tidak direncanakannya hambatan tersebut. hambatan pasif mencakup kesalahan-kesalahan system, termasuk gangguan alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, dan badai. Kesalahan system mewakili kegagalan peralatan komponen seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga, dan sebagainya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada hambatan pasif yaitu pada perangkat keras dapat dilakukan dengan cara full backup data.

1. Kegagalan Sistem
Kegagalan sistem ini terdiri dari antara lain:
·        Gangguan listrik
·        Kegagalan peralatan
·        Kegagalan fungsi perangkat lunak

2. Kesalahan Manusia
Hambatan pasif yang disebabkan oleh kegagalan manusia yaitu antara lain :
·        Kesalahan pemasukan data
·        Kesalahan penghapusan data
·        Kesalahan operator (kesalahan memberikan label pada pita magnetik)

3. Bencana Alam
Hambatan pasif yang terjadi karena bencana alam memang tidaklah bisa dihindari dan diduga karena bisa saja terjadi sewaktu-waktu tanpa kita sadari. Contohnya yaitu :
·        Gempa Bumi
·        Banjir
·        Kebakaran
·        Perang
·        Dsb

Contoh dari hambatan pasif adalah System yang bermasalah, seperti karena bencana alam. Sistem bermasalah juga karena kegagalan-kegagalan peralatan dan komponen. Berbeda dengan hambatan aktif yang secara sengaja menghambat sistem, hambatan pasif diakibatkan oleh ketidaksengajaan. Hambatan pasif mencakupi system, termasuk gangguan alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, dan badai. Kesalahan system yang mewakili kegagalan peralatan komponen seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga, dan sebagainya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada hambatan pasif yaitu pada perangkat keras dapat dilakukan dengan cara full backup data.

Sumber :



https://yunizainisyah.wordpress.com/tugas/sistem-informasi-akuntansi/2-1-hambatan-pasif-dan-contohnya/

http://mariefwicaksono.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-hambatan-pasif-dan-contohnya.html