Mutiara Sayyidina Hasan RA
Dalam usia yang masih belia, Sayyidina Hasan RA selalu diminta
ibundanya untuk mengikuti majlis Rasulullah SAW, usai majelis, Hasan kecil
selalu menceritakan apa yang beliau dapatkan dari majelis Rasulullah SAW kepada
Ibundanya, Sayyidah Fatimah Az-zahra RA. Satu waktu Amirul Mukminin Ali bin Abi
Thalib Karromallahu Wajhahu , heran
mengapa sang isteri yang tidak hadir mengetahui apa saja yang yang disampaikan
Rasulullah SAW. “Dari mana engkau
mengetahuiini semua,” tanya Amirul Mukminin. Sayyidah Fatimah menjawab,
“Puteramu, al-Hasan yang menceritakannya kepadaku”/
Penasaran akan hal itu, Amirul Mukminin secara sembunyi
memperhatikan bagaimana putranya menejelaskan pelajaran yang beliau peroleh
dari majelis Rasulullah saw. Seperti biasanya, kembali majlis Hasan langsung bercerita kepada
ibundanya. Tiba-tiba bibir al-Hasan seperti kelu tak lancar berbicara. Sayyidah
Fatimah Az-Zahra bertanya, “ tak seperti
biasanya putraku seperti ini.” Kemudian Sayyidina Hasan menjawab, “ Ibu,
seorang lelaki mulia tengah mendengarkan pembicaraanku, untuk itu aku tak mampu
meneruskannya.” Mendengar itu Amirul Mukminin pun keluar dan menciumi
puteranya.
Demikian cara seorang ibu dalam mendidik anak. Sayyidah Fatimah
mengantarkan kedua puteranya sang pemuka pemuda surga al-Hasan dan al-Husein untuk belajar dari kakeknya Rasulullah SAW.
Setelah itu Sayyidah Faimah Az-Zahra RA menyuruh mereka untuk menceritakan atas
apa saja yang mereka dapatkan dari kakeknya. Agama ini, memang meletakkan peran
penting bagi seorang ibu dalam perkembangan masyarakat. Dan Sayyidah sangatlah
pantas menjadi model acuan bagi semua kaum hawa di muka bumi ini.
0 komentar :
Posting Komentar