CLOCK

Pages

Sabtu, 03 Januari 2015

Menapak arti kenikmatan




Menapak arti kenikamatan
Terkadang kita berpikir bahwa mengapa seolah orang lain itu lebih diberi nikmat, lebih diberi karunia dari Tuhan kita ALLAH SWT, bahkan sempat terbesit dalam pikiran kita mengapa orang kafir pun, orang yang lebih durhaka terhadap Sang Pencipta diberi lebih banyak karunia ketimbang kita. Ungkapan yang seperti ini tak asing bagi kita bahkan mungkin kita pun sering meraskan, memikirkan hal ini.
Untuk lebih mengerti hal tadi mari kita telaah Kalam Suci-NYA dalam QS.Al-A’raf ayat 168 “Dan Kami menguji mereka dengan yang baik-baik (nikmat) dan yang buruk-buruk(bencana), seluruh kejadian di alam dunia ini baik yang berupa kebahagiaan, kesenangan, kegembiraan, kekayaan, harta melimpah bahkan kesengsaraan, kekurangan, kelaparan, kesusahan dan bencana sekalipun merupakan ujian dari Allah yang telah ditetapkan-NYA untuk menguji kita sebagai makhluknya, mungkin dalam bemnak kita selalu terpikir bahwa kenikmatan,  kekayaan adalah tanda bahwa orang tersebut dilimpahkan karunia oleh Allah, padahal sebagaimana tercantum dalam ayat tadi bahwa ujian Allah bukan hanya sebatas keburukan(bencana) saja, tapi kenikmatanNYA pun adalah ujian, Sebagaimana telah kita ketahui  dalam penderitaan kita sering sadar bahwa Allah sedang menguji kita, sehingga ujian tersebut mudah ditanggung, bahkan ujian yang datang berupa kenikmatan, kemudahan dan kenyamanan sulit kita deteksi, karna dalam keadaan yang seperti inilah kita lebih cenderung lalai, bahkan kita tak pernah mensyukuri nikmat tersebut sehingga kita terjerumus dalam kenikmatan yang menjauhkan kita dari hakikat kenikmatan tersebut. Sebagaimana telah kita ketahui  dalam penderitaan kita sering sadar bahwa Allah sedang menguji kita, sehingga ujian tersebut mudah ditanggung.
Dan sebagaimana yang telah tampak pada kita, saat mereka orang-orang yang kafir, kufur nikmat telah diberi cobaan kenikmatan pada mereka, setan pun memperdaya pandangan mereka seolah apa yang dilakukan nya adalah benar sehingga makin jauhlah mereka dari Rabb nya, dan tanpa diragukan lagi Dialah Sang Maha Adil yang akan membalas semua yang telah mereka lakukan di hari yang telah dijanjikanNYA.
Apakah setiap kenikmatan, kekayaan itu membahagiakan? Jawaban nya tentulah tidak, karna sebagaimana kita ketahui sendiri berapa dari sekian orang yang hartanya melimpah tapi hidupnya di selimuti oleh perselisihan, kecemasan, dan bahkan penyesalan, dan berapa banyak orang-orang yang hidupnya berstatus cukup namun kebahagiaan selalu menyertai mereka, bahkan tidak sedikit orang yang hidupnya dalam segi material sangatlah kekurangan namun tak ada kegelisahan, kesedihan di raut wajah mereka. Inilah hal yang patut kita renungkan yang bukan hanya sekarang tapi untuk slalu kita renungkan setiap saat. Sebagaimana pepatah arab “sesungguhnya kekayaan bukanlah kekayaan harta ataupun duniawi tapi kekayaan ‘hati/diri’ lah kekayaan yang sebenarnya”, tak harus kaya harta baru kita mau berbahagia, mau bersyukur tapi disaat kita mensyukuri, berbahagia atas apa yang telah diberikan-NYA maka disaat itulah ia mulai menapak hakikat kekayaan

0 komentar :

Posting Komentar