Menapak
arti kenikamatan
Terkadang
kita berpikir bahwa mengapa seolah orang lain itu lebih diberi nikmat, lebih
diberi karunia dari Tuhan kita ALLAH SWT, bahkan sempat terbesit dalam pikiran
kita mengapa orang kafir pun, orang yang lebih durhaka terhadap Sang Pencipta
diberi lebih banyak karunia ketimbang kita. Ungkapan yang seperti ini tak asing
bagi kita bahkan mungkin kita pun sering meraskan, memikirkan hal ini.
Untuk
lebih mengerti hal tadi mari kita telaah Kalam Suci-NYA dalam QS.Al-A’raf ayat
168 “Dan Kami menguji mereka dengan yang
baik-baik (nikmat) dan yang buruk-buruk(bencana), seluruh kejadian di alam
dunia ini baik yang berupa kebahagiaan, kesenangan, kegembiraan, kekayaan,
harta melimpah bahkan kesengsaraan, kekurangan, kelaparan, kesusahan dan
bencana sekalipun merupakan ujian dari Allah yang telah ditetapkan-NYA untuk
menguji kita sebagai makhluknya, mungkin dalam bemnak kita selalu terpikir
bahwa kenikmatan, kekayaan adalah tanda bahwa
orang tersebut dilimpahkan karunia oleh Allah, padahal sebagaimana tercantum
dalam ayat tadi bahwa ujian Allah bukan hanya sebatas keburukan(bencana) saja,
tapi kenikmatanNYA pun adalah ujian, Sebagaimana telah kita ketahui dalam penderitaan kita sering sadar bahwa
Allah sedang menguji kita, sehingga ujian tersebut mudah ditanggung, bahkan
ujian yang datang berupa kenikmatan, kemudahan dan kenyamanan sulit kita
deteksi, karna dalam keadaan yang seperti inilah kita lebih cenderung lalai,
bahkan kita tak pernah mensyukuri nikmat tersebut sehingga kita terjerumus
dalam kenikmatan yang menjauhkan kita dari hakikat kenikmatan tersebut.
Sebagaimana telah kita ketahui dalam
penderitaan kita sering sadar bahwa Allah sedang menguji kita, sehingga ujian
tersebut mudah ditanggung.
Dan
sebagaimana yang telah tampak pada kita, saat mereka orang-orang yang kafir,
kufur nikmat telah diberi cobaan kenikmatan pada mereka, setan pun memperdaya
pandangan mereka seolah apa yang dilakukan nya adalah benar sehingga makin
jauhlah mereka dari Rabb nya, dan tanpa diragukan lagi Dialah Sang Maha Adil
yang akan membalas semua yang telah mereka lakukan di hari yang telah
dijanjikanNYA.
Apakah
setiap kenikmatan, kekayaan itu membahagiakan? Jawaban nya tentulah tidak,
karna sebagaimana kita ketahui sendiri berapa dari sekian orang yang hartanya
melimpah tapi hidupnya di selimuti oleh perselisihan, kecemasan, dan bahkan
penyesalan, dan berapa banyak orang-orang yang hidupnya berstatus cukup namun
kebahagiaan selalu menyertai mereka, bahkan tidak sedikit orang yang hidupnya
dalam segi material sangatlah kekurangan namun tak ada kegelisahan, kesedihan
di raut wajah mereka. Inilah hal yang patut kita renungkan yang bukan hanya
sekarang tapi untuk slalu kita renungkan setiap saat. Sebagaimana pepatah arab
“sesungguhnya kekayaan bukanlah kekayaan harta ataupun duniawi tapi kekayaan
‘hati/diri’ lah kekayaan yang sebenarnya”, tak harus kaya harta baru kita mau
berbahagia, mau bersyukur tapi disaat kita mensyukuri, berbahagia atas apa yang
telah diberikan-NYA maka disaat itulah ia mulai menapak hakikat kekayaan

0 komentar :
Posting Komentar