KEYAKINAN
"keyakinan dalam sebuah paham etimologis, merupakan adanya sebuah ketersinambungan antara subjek terhadap objek, dsan koneksi itu sendiri terbagi menjadi dua:
-koneksi melalui "pengetahuan", contohnya dalam sebuah pernyataan kita bahwa bumi itu "bulat", dengan pengetahuan yang kita punya tanpa harus pergi ke luar angkasa agar dapat menyaksikan bumi secara langsung kita telah meyakini bahwa bumi itu bulat.
-koneksi melalui "hati", atau kita sering menyebutnya kesadaran, contohnya jika seorang menyadari bahwa mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dapat membahayakannya, tentu ia akan berhati hati dalam perjalanan nya tanpa harus mencoba mengebut sehingga ia merasakan akibat ulahnya tersebut.
itulah untai kilas prespektif pemikiran etimologis tentang keyakinan, sehingga pernyataan "mudah mudah percaya atau yakin bukan di lihat dari mudah atau sulitnya, tapi bagaiman koneksi seorang selaku subjek terhadap objek melalui dua koneksi tadi.
Nah dalam hal keyakinan inilah akan membawa orang menjadi tiga kelompok
-kelompok pertama ialah kelompok yang menerima dan meyakini.
-kelompok yang menolak, artinya tidak meyakini
-kelompok yang terakhir adalah kelompok yang tidak menerima dan tidak menolak, dalam artian
kelompok ini masih bimbang
seperti, Andi yang kebetulan pulang dari warung nasi goreng bertemu anto dan andre, lalu andi pun mengatakan kepada mereka berdua sebuah pernyataan " wah ternyata nasi goreng di warung situ enak yah", spontan anton yang sangat tidak menyukai nasi goreng akan berkata "ah enggak ah kagak enak ", sedangkan andre yang belum pernah makan di warung itu hanya bimbang untuk meberi jawaban iya atau tidak.
dari untai an serita nan pendek tadi pelajaran terpenting adalah dimana manusia itu relatif, jadi jangan anggap dirimu yang paling benar yah!

0 komentar :
Posting Komentar