pegorganisasian

pengorganisasian dan departementsi

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

amazing

sangat mengasyikkan

AMAZAING ADVENTURE

Step To Baduy To Next Adventure

Bersepeda Asyik

Bersepeda itu mengasyikkan loh

CLOCK

Pages

Sabtu, 30 April 2016

nan lelah

Hati ini lelah
Badan ini letih
Otak ini pun haus akan energi

Namun mengapa ada yang berbeda di hati ini, susah di gambarkan, serasa bersalah dalam setiap langkah nan gontai

Hati ini diam
rasakan angin ke gundahan
bagai tersenyum 
dalam dera nestapa

ingin ku bertanya 
walau pada dinding bisu ini
salahkah aku?
apa salahku?
apa yang ingin mereka triakkan?
apa yang ingn mereka  hujat?

mulut ini bisu 
senyum ini dusta
begitu pandai sembunyikan pilu
terselubung rapi
bak fatamorgana yang nyata

Bagai burung dalam sangkar
lahap nya mematuk pisang
nan elok kicauannya
namun, terselubung rapi rasa itu
seolah katakan
seberapa luas hamparan langit itu
bolehkah ku sejenak terbang
berkicau bersama sebaya penuh keasyikan

kadang sebuah ideology dan prinsip memisahkan kita, dalam senyap,lubuk ini pun bimbang siapakah gerangan yang akan bercengkrama dengan ku, apakah mereka mampu pahami maksud ku, dari cara mereka memandang pun ku pahami merekajauh dari menerima pemahamanku, di satu sisi aku merindukan seseorang 

sosok yang kurindukan
sosok yang dalam anganku
kelak berada sisampingku
sosok yang nanti akan menjadi penjaga rahasiaku
pelipur laraku
permata hatiku
bunga dalam kesahku
yang dengan nya ingin sekali aku sampai pada hakikat cinta sejati, bersama orang orang yang Engkau cintai 
Duhai Tuhanku dalam senyap teriring untaian nada ini, sampaikan salamku pada kekasihku, jagalah ia, jagalah hatinya, begitu juga aku an hatiku


Rabu, 20 April 2016

wawasan nusantara

Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara adalah sikap dan cara pandang warga negara Indonesia yang didasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila. Dalam menjalankan wawasan nusantara, diutamakan untuk memenuhi kesatuan wilayah dan menghargai perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan nasional.

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak daerah bahkan pulau yang masih belum berpenghuni. Banyaknya suku bangsa dan kebudayaan yang berbeda membuat negara Indonesia kaya dengan beragam asetnya. Perbedaan ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang luas dan memiliki banyak keragaman dari ujung Aceh hingga Papua.Meskipun berbeda, Indonesia bisa bersatu karena memiliki Pancasila dan dan UUD yang bisa menyatukan perbedaan tersebut sehingga sikap bangsa Indonesia bisa menghargai satu sama lain. Dengan begitu kita harus memiliki sikap dengan toleransi yang cukup tinggi dan menghargai setiap perbedaan yang ada.

Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu:
·        Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial".
·        Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.

Berita Nasional

Indonesia merupakan Negara yang sangat begitu kaya dengan adat, budaya, sumberdaya bahkan pesona alam alam yang membentang dimana mana, begitu juga dengan keyakinan, ada sebagian suku suku di daerah pedalaman Indonesia yang mash berpegang pada keyakinan adat dan nenek moyang, seperti suku baduy, tengger dan lain-lain, dalam ber agama pun Indonesia beragam dalam menganut, ada Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghuchu, inilah mengapa Indonesia berasaskan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. Berbeda beda Namun tetap satu, walau berbeda tetap kita harus menghargai, menghormati sesama bangsa. Namun mengapa masih ada intimidasi dalam umat beragama, bahkan  se agama yang berbeda madzhab ataupun pandangan.



Tolak Intimidasi terhadap saudara kita muslim syiah di nusantara


Peringatan Milad Fatimah Kelompok Syiah Dibubarkan Massa
Muhajir Arifin – detikNews

Pasuruan - Ratusan orang yang menyebut diri dari Tim Peduli Umat Masjid Ar Riyad dan Aswaja Bangil, berusaha membubarkan peringatan hari lahir putri Nabi Muhammad SAW, Siti Fatimah, yang digelar kelompok Syiah di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil. 

Aksi penolakan ini dijaga ketat puluhan aparat kepolisian dan Satpol PP.
Namun meski mendapat protes keras, kegiatan tetap dilaksanakan dengan pengawalan ketat. Kapolres Pasuruan AKBP Sulistijono yang ikut terjun ke lokasi mengatakan kegiatan tersebut diupayakan dipercepat.

"Ketua DPRD (Sudiono Fauzan) masuk ke dalam lokasi acara meminta kegiatan dipercepat," katanya, Jumat (1/4/2016).

Selang beberapa saat, satu per satu anggota kelompok Syiah membubarkan diri. Dalam perjalanan keluar dari lokasi kegiatan, mereka dijaga ketat pihak keamanan.

"Kalian ingin mereka bubar, buka jalan. Jangan ada yang foto, jangan ada yang menyentuh," kata salah seorang perwakilan warga yang menuntut kegiatan tersebut bubar.

Mengetahui kegiatan sudah bubar, kelompok organisasi yang menolak acara ini pun membubarkan diri. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sehari sebelumnya karena perwakilan dari mereka sudah mendatangi Mapolres Pasuruan meminta kegiatan kaum Syiah dibatalkan.

Namun dengan berbagai pertimbangan, polisi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pasuruan tetap mengiinkan kegiatan tersebut dengan sarat lokasinya dipindahkan.

Awalnya kegiatan direncanakan di salah satu gedung di Jalan Diponegoro, Bangil dan akhirnya dipindah ke rumah salah satu tokoh yang ada di Lingkungan Kwansan RT 2 RW 11 Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. 
(fat/fat)


            Referensi 2


Spanduk Anti Syiah 'Gentayangan' di Mojokerto

- detikNews

Mojokerto - Spanduk anti aliran Islam Syiah warna hitam bertuliskan "Waspadai! Syiah Bukan Islam" terpasang di sejumlah titik persimpangan jalan di Kabupaten Mojokerto. Spanduk berukuran sekitar 3x1 meter ini dikhawatirkan memicu konflik antar umat Islam.

Pantauan detikcom di lokasi, salah satu spanduk berwarna hitam dengan tulisan warna putih itu terpasang di sudut timur sisi selatan simpang 4 Sooko, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Spanduk membentang diantara spanduk iklan lainnya.

Tidak ada yang tahu persis sejak kapan dan siapa yang memasang spanduk tersebut. Hanya saja di bagian bawah spanduk tertulis FUIM (Forum Umat Islam Mojokerto). Diduga kelompok ini yang bertanggungjawab memasang spanduk tersebut.

Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Husein Abubakar mengaku pihaknya kecolongan atas keberadaan spanduk tersebut. Menurutnya, spanduk anti Syiah itu bila dibiarkan terpasang bakal memicu pertikaian antar umat Islam di wilayah hukumnya.

"Saya akan cek langsung keberadaan spanduk tersebut. Seharusnya demi terciptanya situasi kondusif yang mayoritas melindungi yang minoritas, bukan malah mendiskreditkan," kata Husein kepada detikcom, Selasa (24/3/2015).

Sekitar akhir bulan Februari lalu, spanduk serupa juga terpasang di simpang 3 Gedeg, utara RSUD RA Basuni Kecamatan Gedeg. Namun, spanduk anti syiah itu telah dilepas oleh polisi.


Referensi 3

Puluhan Korban Kekerasan Sampang Jatuh Sakit

Jakarta - Keadaan warga komunitas Syiah Sampang yang menjadi korban kekerasan pada 26 Agustus 2012 memburuk. Para pengungsi ini kita ditempatkan di Gedung Olah Raga Kabupaten Sampang (GOR Sampang).

\\\"Akibat fasilitas yang tidak memadai, 69 pengungsi telah jatuh sakit,\\\" kata koordinator relawan kemanusiaan yang mendampingi korban di GOR Sampang, Muhammad Muadz, dalam siaran pers KontraS Surabaya, Senin (9\/3\/2012).

Menurut Koordinator KontraS Surabaya, Andy Irfan, tidak adanya dokter yang standby, tidak adanya tenaga terapi, sedikitnya paramedis, seringnya pemberian makan yang terlambat, dan kebersihan yang buruk adalah penyebab utama puluhan korban telah jatuh sakit. Dan apabila fasilitas di GOR Sampang tidak diperbaiki sangat mungkin jumlah korban yang sakit akan bertambah.

\\\"Karena itu kami mendesak pemerintah memperbaiki fasilitas kesehatan, air bersih, kebersihan dan makanan bagi korban; pemerintah menyediakan fasilitas yang khusus bagi korban yang tergolong kelompok rentan, yaitu anak-anak, orang tua usia lanjut, ibu hamil dan perempuan; pemerintah melibatkan perwakilan korban untuk merumuskan penanganan dan perlindungan kepada korban; pemerintah pusat atau pemerintah Provinsi Jatim mengambil alih penanganan korban,\\\" desaknya.

Berikut data korban kasus Sampang yang sakit selama di pengungsian:

- 20 orang dewasa dan 5 anak-anak terdiagnosa terserang penyakit dermatitis venenata; diduga penyakit ini akibat serangan serangga tomcat.
- 5 orang usia lanjut menderita Hipertensi;
- 16 anak-anak menderita infeksi saluran nafas atas (ispa);

- 7 anak-anak menderita diare;

- 3 anak-anak menderita febris (panas selama satu hari, dan masih didiagnosa penyakitnya);

- 3 anak-anak maag;

- 10 anak-anak klinis anemia;


Komentar :

            Dari artikel diatas dapat kita simpulkan bahwa di nusantara Indonesia ini masyarakat hidup dengan budaya, adat, budaya, bahasa, keyakinan, agama yang berbeda beda namun mengapa sebagian dari warga Negara kita belum dapat menghargai perbedaan itu, bukan kah bhineka tunggal ika adalah semboyan, tak  ada yang menafikkan bahwa Negara kita ini adalah nusantara yang penuh warna, da asas pancasila sebagai dasar agar kita dapat hidup rukun, saling menghormati, gotong royong, dan damai demi tercapainya kesejahteraan hidup berbangsa.

            Tindakan yang semena mena ini pun di lakukan oleh mereka yang mengaku beragama muslim, bukan kah syiah juga muslim, yang hanya berbeda madzhab dalam tata cara beribadah, dengan kata lain hanya ibadah kita sama hanya berbeda dalam percabangan nya, lalu mengapa mereka bertindak tanduk  semena mena dan menghakimi sendiri, bahkan dalam kejadian sampang Madura  kita  tahu bahwa muslim syiah sampai mendapat perlakuan sedemikian, apakah mereka yang menghakimi, menindas, mencaci, membenci saudara kita  itu Merasa paling benar, bukan kah kebenaran yang mutlak hanya millik Allah Tuhan semesta alam, apakah mereka menyesatkan hanya berdalihkan internet, bukan kah internet bukan merupakan sumber yang di jamin kebenarannya, apakah mereka telah melakukan observasi, menlaah, mengkaji tentang madzhab syiah yang sedikit ada perbedaan, itu patut kita pertanyakan kembali.

            Di satu sisi bukan kah kita masyarakat Nusantara yang sedari kecil kita tahu kita itu beragam, bukan kah kita menggunakan pancasila sebagai dasar Negara, dalam sila pertama, kita menjunjung tinggi Ketuhanan sebagai masyarakat beragama, agama apakah yang di dalam nya mengajarkan kekerasan, intimidasi, menjelekkan yang lain, menyakiti, dan beragam lainnya, bukankah kita beragama untuk dapat berjalan dalam kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagiaan.

           Dalam sila ketiga yang menjunjung tinggi persatuan, apakah dengan kita mencaci, mengintimadasi, menyesatkan saudara kita muslim syiah akan menciptakan persatuan, tentu jawaban nya tidak bukan kah begitu, seandainya mereka yang masih suka mengintimidasi saudara kita, mengerti dan paham pancasila tentu itu tak akan pernah di lakukan.
Jika kita ingin mennilai maka alangkah baiknya kita menilai apa yang kita tahu, yang kita pahami benar benar, sehingga penilaian itu benar, bukan asal menilai apa yang tidak kita ketahui bahkan dengan berani menghumbar penilaian mereka yang entah siapa menjamin kebenaran nya, berikut penilaian beberapa agamawan terkemuka mengeluarkan pendapat tentang saudar kita Syiah yang di kutip dari bukti syiah antara  fitnah dan fakta :
1.      
       “Indonesia itu tidak disukai kalau ekonominya maju. Karenanya selalu ada upaya eksternal (asing) untuk memperlemah ekonomi Indonesia. Sekaligus terus mengancam NKRI. Ketika gagal melemahkan dari sisi ekonomi, dilemparlah isu Sunni-Syiah. Begitu merasa gagal dengan isu itu kemudian konflik antar umat beragama seperti insiden di Talikora Papua, intinya Cuma satu MEMECAH BELAH NKRI”.
(Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Rais Aam Idaroh Aliyah Jam iyah Ahli Tariqah Al-Mu tabarah An-Nahdiyah)
2.     
     Konflik Sunni-Syiah di Indonesia adalah konflik yang sengaja di ciptakan oleh pihak pihak yang ingin memecah belah Indonesia. Mereka itu berpaham impor, di latih, ada dana da nada senjata. Mereka mncoba membawa konflik Timur tengah ke Indonesia.
(KH. Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU)
3.     
      Begitu pula pendapat ulama terkemuka dunia

Grand Syekh Al Azhar: Sunny dan Syiah Adalah Saudara

Jakarta (Pinmas) —- Grand Syekh Al Azhar Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan bahwa umat Islam yang berakidah Ahlussunah bersaudara dengan umat Islam dari golongan Syiah.

“Sunny dan syiah adalah saudara,” terang Syekh Ath-Thayyeb saat dimintai pandangannya oleh Dirjen Bimas Islam Machasin terkait permasalahan Sunny dan Syiah saat melakukan pertemuan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Senin (22/02). Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin serta sejumlah ulama dan tokoh cendekiawan muslim.

Menurut Syekh Ath-Thayyeb, Islam mempunyai definisi yang jelas. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, menegakkan salat, berpuasa, berzakat, dan beribadah haji bagi yang mampu. “Mereka yang melaksanakan lima hal pokok ini maka dia muslim. Kecuali mereka yang mendustakan,” tegasnya.

Grand Syekh menilai bahwa tidak ada masalah prinsip yang menyebabkan kaum Syiah keluar dari Islam. Bahkan, banyak ajaran Syiah yang dekat dengan pemahaman Sunny. Perbedaan antara Sunny dan Syiah dalam pandangan Syekh Thayyeb hanya pada masalah imamiah. “Syiah mengatakan imamiah bagian dari Ushuluddin, kita mengatakan sebagai masalah furu’,” terangnya.

“Kalau kita membaca kitab-kitab Syiah yang lama, mereka secara umum menghormati para sahabat,” tambahnya lagi.

Bersama Majelis Hukama Al Muslimin yang dipimpinnya, Syekh Ath-Thayyeb dijadwalkan akan berada di Indonesia selama 6 hari guna menghadiri serangkaian acara. Pagi tadi, Grand Syekh diterima oleh  Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Grand Syekh dijadwalkan  akan memberikan kuliah umum dan pertemuan dengan para alumni Al Azhar di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu,  beliau juga akan menerima penganugerahan gelar doktor kehormatan dari UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang.

Mengakhiri kunjungannya di Indonesia,  Grand Syekh dijadwalkan berkunjung ke Ponorogo untuk mengadakan pertemuan dengan keluarga besar pondok modern Darussalam Gontor, sekaligus pembukaan perayaan 90 tahun pondok tersebut. Selain memberikan sambutan, Syekh Ahmad Ath-Thayeb juga akan meresmikan gedung Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor. Grand Syekh beserta rombongan dijadwalkan akan kembali ke Mesir pada Jumat (26/02) pagi. (mkd/mkd)

            Oleh karna itu sepantasnya kita yang tidak berhak berkomentar apa yang belum kita ketahui kepastian nya, apa yang tidak berhak kita komentari, selama ilmu kita belum mampu membicarakan tentang itu, marilah kita sama sama ikuti yang lebih tahu dari kita, selain itu Islam adalah agama perdamaian, bukan untuk saling menghujat, memernagi, mahkan menyakiti, marilah kita bangsa Nusantara menegakkan nilai nilai pancasila demi tercapainya masyarakat Nusantara yang berjiwa Pancasila.



            

Demokrasi Indonesia


Demokrasi  Indonesia

            Demokrasi  adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan  warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.

            Kita juga dapat mengartikan Pancasila sebagai  suatu sistem kenegaraan yang dimana sistem pemerintahan sebuah negara berupaya untuk mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara serta memiliki hak yang setara dalam mengambil keputusan untuk mengubah hidup mereka. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa demokrasi yang dibangun dalam suatu Negara haruslah berusaha mewujudkan kedaulatan rakyat nya, sehingga apabila kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat blom terpenuhi maka dapat dismpulkan bahwa Negara itu belum berdemokrasi.

Sejarah demokrasi Indonesia

Pada awal kemerdekaan asas demokrasi sudah di canangkan oleh founding father kita sekalligus presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir.Soekarno, namun pada awal demokrasi bangsa ini, Soekarno telah menyusun demokrasi poltik nya dengan mengusung manipol usdek ataupun manifestasi politik 1945 dengan 3 dasar yaitu nasakom ( Nasionalis, Agama, dan Komunis ), rupanya Bung Karno menerapkan Nasakom ini ingin menguasai seluruh elemen Negara secara penuh ataupun menjadi pemimpin teringgi, sehingga pada zaman Bung Karno tercatatlah demokrasi Indonesia sebagai Demokrasi Terpimpin sebagaimana di rencanakan Oleh Bung Karno sendiri, Namun demokrasi ini telsh membawa Indonesia ke arah kepemimipinan yang otoriter, sehingga banyak sekali masyarakat yang tidak puas dengan demokrasi yang di bangun oleh bung Karno ini.

Begitu juga di zaman orde baru yang di pimpin oleh Soeharto sebagai Pemimpin sejak pengambilan alih kekuasaan setelah menerima surat perintah dari Ir.Sukarno, Soeharto pun membangun Demokrasi Otoriter dan  dominasi presiden sangat kuat pada era demokasi pak harto, sehingga jelas pada era Bung Karno dan Pak Harto Indonesia masih jauh dari arti demokrasi yang sebenarnya.

Pancasila sebagai asas demokrasi Indonesia

demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang pelaksanaannya mengutamakan asas musyawarah mufakat untuk kepentingan bersama (seluruh rakyat) yang bersumber pada kepribadian dan juga falsafah hidup Indonesia. Serta terwujudnya pancasila sebagai implementasi dalam sebuah kehidupan bermasyarakat itulah demokrasi pancasila sendiri.

Pasca reformasi Indonesia telah mengalami peningkatan dalam berdemokrasi sehingga di mulai saat kepemimpina Presiden BJ.Habibie banya sekali berdiri berdiri partai politik serta masyarakat pun telah berani mengeluarkan aspirasi bahkan kritikan termasuk pada Presiden sekalipun, sehingga dapat kita simpulkan bahwa Negara kita ini telah berkembang Pesat dalam berdemokrasi  secara konstektual dan procedural, namun apakah demokrasi hanya cukup sebatas konsep yang banyak di canangkan dalam politik cukup sebagai konseptual dan procedural, tentu jawaban nya adalah tidak.

Sejauh ini konsep dan prosedur berdemokrasi telah berkembang kian membaik, kita dapat saksikan pemilihan presiden secara serentak maupun pemilihan kepala daerah secara serentak serta banyak nya masyarakat yang tidak segan untuk menyuarakan pendapat mereka bahkan memprotes keputusan pemerintah apabila menyalahi hak hak masyarakat, namun hakikat demokrasi yang ber asaskan pancasila secara aplikatif dan kualitatif belum juga dapat di realisasikan, dengan kata lain 

Indonesia Belum Berdemokrasi

Asas Pancasila sebagai Demokrasi tentu merupakan sebuah tujuan dimana penerapan demokrasi Indonesia bertujuan pula agar terwujudnya  hakikat pancasila dalam setiap tujuan Negara ini. Sebagaimana kita ketahui Bahwa sila sila dalam pancasila meliputi  terwujudnya masyarakat yang berkeTuhanan, ber kemanusia an yang adil dan ber adab, bersatu atas nama bangsa Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan terbinanya keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pembahasan:

·                           Jika kita menelaah kembali terhadap sila pertama sebagai barometer terwujudnya keTuhanan Yang Maha Esa, lalu mengapa kita Negara kita masih banyak di liputi oleh pertikaian yang mengatasnamakan agama, bukan sila pertama juga mempunyai nilai sebagai penghormatan terhadap sesama umat beragama, dan demokrasi dalam artian bebas berpendapat juga dapat dirtikan bebas menghujat mereka yang tidak berkeyakinan sama, tentu saja tidak,

·                          Dalam sila kedua menyatakan bahwa setiap orang harus lah mendapat serta brerlakuan adil dan beradab, saat kita melihat keadilan di Indonesia, bahkan Pemerintah sebagai salah satu pemegang alur demokrasi Indonesia justru terkadang belum mampu berlaku adil, seperti pada penggusuran warga serta reklamasi yang dilakukan di Jakarta, apakah pemerintah sudah memikirkan keadilan terhadap setiap nelayan yang digusur, bagaimana kah mereka para nelayan harus menyambung kehidupan.

Dalam hal ini kita dapat lihat bahwa masih banyak kasus demokrasi yang justru dimanfaaatkan oleh satu pihak untuk menguntungkan diri sendiri, korupsi pun masih saling diperlombakan dan di budidayakan bahkan dilakukan oleh oknum yang menahkodai berjalan nya demokrasi negara ini yang pemerintah dan jajarannya, kita lihat pula banyak proyek proyek Negara yang juga sebagai salah satu realisasi tercapainya Demokrasi  pancasila yang hakiki justru di salah gunakan, di lain sisi kita lihat pula manakala dalam demokrasi di Indonesia yang setiap orang boleh mentuarakkan suara dan aspirasinya justru dengan unsur kebebasan inilah satu kelompok menjatuhkan kelompok lain, kita lihat di papua kaum non muslim dan muslim saling berperang dan menyakiti di sana, kita lihat pula di Madura kaum Minoritas Syiah yang di tindas dan di asingkan oleh warga penduduk lainnya. 
            

Selasa, 19 April 2016

TUGAS JAVA

nama : M.Miqdad.Nizam.Fahmi
npm : 37114413
kelas : 2db01




PROGRAM INPUT DAN STRUKTUR KONTROL
I. Memasukkan data numerik dan menampilkan hasil pengolahannya
a. Inputscanner.java
Screenshot (66)
-Scanner Angka = new Scanner (System.in);
=> Angka adalah suatu variabel bertipe Scanner.
=> new Scanner (System.in) untuk menciptakan suatu objek  bertipe Scanner.
– Kelas Scanner berada pada paket java.util, maka sebelum menggunakan Kelas Scanner harus meng-impornya terlebih dahulu pada baris sebelum deklarasi class dengan sintaks :
import java.util.Scanner
algoritma program : A+B+C/3
output:
Screenshot (65)
b. inputbufferreader.php
Screenshot (69)

Class BufferedReader berbeda dengan class Scanner, yaitu harus mengkonveksikan terlebih dahulu sebelum dilakukan perhitungan matematika pada variabel yang akan digunakan pada :
import java.io.BufferedReader;
import java.io.InputStreamReader;
import java.io.IOException;
menjelasakan bahwa kita akan menggunakan kelas BufferedReader, InputStreamreader, dan IOException yang berada pada java.io package.
– BufferedReader Angka = new BufferedReader (new InputStreamReader (System.in));
statement ini menyatakan bahwa kita mendeklarasikan variabel bernama Angka dengan tipe kelas BufferedReader.
–  Try – catch block
a = Integer.parseInt(Angka.readLine());
script diatas memanggil Angka.readline bertipe integer dan mendapatkan inputan dari user. Lalu nilai tersebut akan disimpan di variabel a. Begitu juga dengan b dan c.
output:
Screenshot (67)
c.inputGUI.php
Screenshot (75)
import javax.swing.JOptionPane= Menyatakan bahwa kita mengimport kelas JOptionPane dari javax.swing package.
–        a = JOptionPane.showInputDialog (“Angka 1 :”);
Membuat sebuah JOption input dialog yang akan menampilkan dialog dengan sebuah  pesan, sebuah textfile dan tombol OK.
–    JOptionPane.showMessageDialog(null,”Rata-ratanya adalah ((angka1+angka2+angka3)/3));
menampilkan sebuah dialog dari hasi perhitungan rata-rata.
output:
Screenshot (71)Screenshot (72)
Screenshot (73)Screenshot (74)
II.Struktur Kontrol Percabangan 
a. InputPercabangan.php
Screenshot (90)
Screenshot (91)
program ini menggunakan struktur percabangan nested if (if didalam if)
output: