Dampak
Teknologi terhadap Kemiskinan
Definisi Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan
di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan,
pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat
disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses
terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.
Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara
yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi
memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara.
Pemahaman utamanya mencakup:
·
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan
kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan
barang-barang dan pelayanan dasar.
·
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial,
ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal
ini termasuk pendidikan dan informasi.
Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup
masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang
lainnya.
·
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang
memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi
bagian-bagian politik dan ekonomi di
seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek
penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi
tempatnya bekerja melarang.
Di kalangan ilmuwan ada
keseragaman pendapat, bahwa “ilmu” itu selalu tersusun dari pengetahuan secara
teratur, yang diperoleh dalam pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan
sistematis, metodis, rasional/ logis, empiris, umum dan akumulatif. Sedangkan
dalam memberikan pengertian pada “pengetahuan”, Bacon dan David Home,
menyatakan pengetahuan sebagai pengalaman indera dan bathin, Immanuel Kant
menyatakan bahwa pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman,
sedangkan teori Phyrro menjelaskan bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan.
Definisi
Teknologi
Teknologi
adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan
teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi
alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api
telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda
telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka.
Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan
Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan
manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua
teknologi digunakan untuk tujuan damai. Pengembangan senjata penghancur yang
semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah dari pentungan sampai senjata
nuklir.
Teknologi
telah mempengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak
kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk
ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang.
Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki
yang disebut pencemar dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak
Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi
nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan
pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh : meluasnya gagasan tentang
efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada
awalnynya hanya menyangkut permesinan. Contoh lainnya adalah tantangan
norma-norma tradisional.
Bahwa
keadaan ini membahayakan lingkungan dan mengucilkan manusia. Penyokong
paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses
teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat dan
kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini diyakini bahwa
pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian
ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya dan komunitas lumba-lumba
tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana dan belajar untuk mewariskan pengetahuan
mereka kepada keturunan mereka.
Ilmu
pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan
yang disusunnya yaitu :
- Epistemologis hanyalah merupakan
cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu
pengetahuan.
- Ontologis dapat diartikan hakekat
apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup ujud yang
menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lain ontologism merupakan
objek formal dari suatu pengetahuan.
- Aksiologis adalah asas menggunakan
ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Secara
akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body of knowledge), dan
teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian
berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber,
tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi
tujuan produksi. “secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan
biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknoogi
sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi
itu adalah merode sistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley,
1970).
Teknologi
yang berkembang dengan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia.
Luasnya bidang teknik digambarkan sebagai berikut :
- Teknik meluputi bidang ekonomi,
artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik,
mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi.
- Teknik meliputi bidang
organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan
militer.
- Teknik meliputi bidang manusiawi.
Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin
harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi
manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
Dampak Positif dan
Negatif Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
A. Dampak Positif perkembangan IPTEK
1. Memberikan berbagai
kemudahan
Perkembangan IPTEK mampu membantu
manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan dengan kegiatan
perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari perkembangan IPTEK juga
berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak
sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan
mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa
memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak.
Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu
aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mempermudah
meluasnya berbagai informasi
Informasi merupakan hal yang sangat
penting bagi kita, dimana tanpa informasi kita akan serba ketinggaln. terlebih
lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat. Hal ini
memaksa kita untuk mau tidak mau harus bisa dan selalu mendapatkan berbagai
informasi. Pada masa dahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat, hal ini
di karenakan kegiatan tersebut masih di lakukan secara tradisional baik itu
secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan
semacam ini sudah hampir punah, dimana perkembangan IPTEK telah merubah
segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima
berita.
3. Bertambahnya
pengetahuan dan wawasan
Komputer dahulu termasuk jenis
peralatan yang sangat canggih, dimana hanya orang-orang tertentu yang mampu
membelinya apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan perkembangan iptek,
peralatan elektronik seperti computer, internet, dan handphone (Hp) sudah
menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu
menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah
pengaruh positif perkembangan iptek di era globalisasi terhadap ilmu
pengetahuan dan wawasan masyarakat kita.
B. Dampak negative perkembangan IPTEK
1. Mempengaruhi pola
berpikir
Masyarakat Indonesia adalah
masyarakat yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal baru. Terutama
sekali dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan elektronik.
Namun ternyata perkembangan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pola
berpikir anak, juga berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa dan orang
tua. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di sajikan dengan berbagai
siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik.
2. Hilangnya budaya
Tradisional
Dengan berdirinya berbagai gedung
mewah seperti mal, perhotelan dll, mengakibatkan hilangnya budaya tradisional
seperti kegiatan dalam perdagangan yang dulunya lebih di kenal sebagai pasar
tradisional kini berubah menjadi pasar modern. Begitu juga terhadap pergaulan
anak-anak dan remaja yang sekarang sudah mengarah kepada pergaulan bebas.
3. Banyak menimbulkan
berbagai kerusakan
Indonesia di kenal sebagai Negara
yang kaya akan sumber daya alamnya, namun hingga akhir ini, Indonesia lebih di
kenal sebagai Negara yang sedang berkembang dan terus berkembang entah sampai
kapan. Dan kita juga tidak mengetahui kapan istilah Negara berkembang tersebut
berubah menjadi Negara maju. Salah satu contoh kecil yang lebih spesifik adalah
beberapa tahun yang lalu sekitar di bawah tahun 2004, kota pekanbaru yang
terletak di propinsi Riau, lebih di kenal sebagi kota “Seribu Hutan”, namun
dalam waktu yang relative singkat, istilah seribu hutan kini telah berubah
menjadi istilah yang lebih modern, yakni kota “Seribu Ruko” di mana dalam waktu
yang singkat, perkembangan pembangunan di kota ini amat sangat pesat. Mulaialah
berdiri berbagai kegiatan industri, Perhotelan, Mal, dan Gedung-gedung
bertingkat serta perumahan berdiri di mana-mana.akibatnya aktifitas tradisional
lumpuh, hutan gundul sehingga banyak menimbulkan berbagai macam bencana seperti
banjir, tanah longsor serta polusi terjadi di mana-mana. Inilah dampak yang
harus di terima masyarakat kita hingga ke anak cucu.
2.3 Hubungan Ilmu
Pengetahuan dengan Kemiskinan
Penerapan iptek dalam
pembangunan telah meningkatkan kehidupan masyarakat dan memajukan kehidupan
bangsa dan Negara di berbagai sector. Namun , harus disadari bahwa di balik
semua itu ada dampak-dampak negatifnya bagi lingkungan hidup. Yang dimaksud
lingkungan hidup dalam hal ini adalah menyangkut lingkungan alam, lingkungan
social, dan lingkungan budaya. Lingkungan alam adalah kondisi alam baik yang
organik maupun anorganik ( tumbuh-tumbuhan, binatang, air, tanah, batuan, dan
udara). Adapun lingkungan sosial adalah semua manusia yang ada di sekitarnya,
baik perorangan maupun kelompok (misalnya : keluarga, teman sepermainan,
tetangga dan teman sekerja). Kemudian menyangkut lingkungan budaya, yakni
hal-hal yang berkaitan dengan karya cipta dan hasil perbuatan atau tingkah laku
manusia, misalnya yang menyangkut gagasan, norma, kepercayaan, adat istiadat,
pakaian, dan rumah.
“Siapa yang menguasai teknologi, maka ia akan
menguasai dunia” Maksud dari pepatah di atas adalah siapapun orang yang dapat
memanfaatkan adanya teknologi dalam berbagai bidang kehidupan, maka derajat
orang tersebut akan berada di atas,dan dapat melakukan apapun sesuai dengan
kehendaknya demi tercapai apa yang yang diinginkan orang tersebut.
Dalam perkembangannya
iptek mulai dimanfaatkan dan diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan
manusia. Misalnya dalam bidang kesehatan, teknologi, perhubungan dan
arsitektur, industri, dll.
Adapun dalam
pemanfaatan dan penerapannya iptek berdampak negatif dan positif. Dampak
positifnya, iptek dapat dimanfaatkan dan diteterapkan untuk kesejahteraan dan
kemakmuran manusia. Namun dampak negatifnya, akan berpengaruh besar dalam
kelangsungan hidup manusia itu sendiri, ujung dari dampak negatif penerapan
teknologi adalah kemiskinan.
Dampak negatif tersebut
akan berujung pada kemiskinan, apabila manusia tidak mampu mencari dan
menemukan pemecahan permasalahan yang timbul. Berikut adalah dampak negatif
dari perkembangan, pemanfaatan dan penerapan iptek dalam kehidupan manusia yang
saling terkait dan berujung pada masalah kemiskinan:
Kesenjangan sosial.
Perkembangan industri
dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja. Akan tetapi, hal ini
juga dapat memunculkan kesenjangan sosial si masyarakat. Muncullah kelompok
masyarakat pemilik modal yang kaya bahkan menjadi konglomerat., tetapi ada juga
kelompok masyarakat yang tidak memiliki ketrampilan. Mereka tidak menguasai
teknologi akan semakin tertinggal dan hidup miskin. Terjadilah jurang perbedaan
yang begitu dalam antara si kaya dan si miskin. Hal ini dapat mendorong
kecemburuan sosial dan kerawanan keamanan.
Kerusakan lingkungan
alam.
Akibat dari semakin
meningkatnya jumlah penduduk dan penerapan iptek yamg kurang bijaksana telah
menimbulkan kemerosotan kualitas lingkungan alam. Tidak hanya merosot, tetapi
juga timbul kerusakan-kerusakan sistem lingkungan alam. Beberapa masalah
lingkungan alam yang berkaitan dengan merosot dan rusaknya kualitas lingkungan
alam tersebut akan berujung pada kemiskinan. Adapun berbagai masalah lingkungan
hidup tersebut antara lain :
Kemerosotan kualitas
dan kuantitas sumber daya alam :
merosotnya kualitas dan kuantitas SDA yang
berlebihan melampaui kemampuan, sehingga alam akan sulit dipulihkan.
Perkembangan iptek dipacu untuk mengejar keuntungan dan kesejahteraan diri
manusia itu sendiri. Hal ini telah mendorong berbagai praktek teknologi yang
mengeksploitasi SDA secara kurang bertanggung jawab karena semata-mata untuk
kemewahan. Akibatnya SDA kita menjadi menipis. Kualitas SDA yang mengalami
kemunduran cukup parah adalah sumber daya air. Di berbagai wilayah, baik air
tawar maupun air laut milai mengalami pencemaran karena tercampur dengan logam
berat, bakteri dll. Sumber air tanah juga mulai tercemar oleh campuran air
laut. Contohnya air di Jakarta sudah meresap sejauh 5-8 km dari pantai.
Pencemaran pada
berbagai SDA telah menurunkan fungsi dari sumber daya alam seperti air, udara,
tanah dan bahan makanan. Pencemaran ini di sebabkan oleh limbah, terutama dari
kawasan industri. Pencemaran yang paling dikhawatirkan adalah penggunaan bahan
kimia yang berbahaya seperti industri pestisida dan timbulnya limbsh B3 (bahan
racun berbahaya) dari kawasan industri. Apabila keadaan ini terus-menerus
berlangsung maka akan timbul permasalahan yang baru, yang dapat berakibat fatal
pada lingkungan khususnya manusia. Bukan hanya kemiskinan yang ditimbulkan
namun juga tingkat kematian yang akan semakin meningkat, akibat dari peurunan
fungsi SDA.
Meningkatnya lapisan
gas CO2 dan kenaikan suhu bumi :
Akibat adanya efek rumah kaca, menyebabkan
lapisan gas CO2 menebal di atmosfer bumi. Gas ini
berasal dari pengunaan energi
minyak,batubara, dan gas. Panasnya gas yang menyelimuti bumi bisa berakibat
meningkatnya suhu bumi atau perubahan iklim. Oleh karen aitu, bumi menjadi
sangat panas, dan hal tersebut dapat menimbulkan kebakaran hutan di Indonesia,
karena notabene Indonesia banyak terdapat hutan. Akibat dari kebakaran hutan
tentu saja sangat berdampak pada lingkungan, pencemaran udara, serta semakin
menipisnya SDA, khususnya hutan di Indonesia. Hal ini tentu saja akan
mempengaruhi, Indonesia yang dulunya merupakan negara yang kaya akan hutan dan
hasil-hasil di dalamnya, maka lama-kelamaan akan menjadi negara miskin. Dan
pastinya rakyatlah yang akan menanggung kemiskinan tersebut.
Adanya hujan asam :
Industri, khususnya pengeboran logam, pembangkit listrik batu bara dan
penggunaan energi minyak, batu bara dan gas telah mengeluarkan berton-ton
SO2,NO2 dan CO2. hal ini akan berakibat turun hujan asam . air hujan dengan
kadar keasaman yang tinggi akan merusak hutan, berkaratnya benda-benda logam (jembatan,
dan rel kerata api). Bahkan kerusakan pada bangunan dari beton dan marmer
menjadi cepat rusak. Apabila hal ini terjadi tanpa ada tindak lanjut dari
pemerintah atau pihak yang terkait, maka akan timbul berbagai masalah
baru.akibat dari rusaknya jembatan misalnya akan memutus akses jalan dan jalur
distribusi barang dan jasa ke masyarakat. Tentu saja masyarakat akan kekurangan
berbagai bahan kebutuhan baik barang maupun jasa, hal ini akan merembet pada
masalah kemiskinan.
Lubang lapisan ozon :
Lapisan tipis ozon pada ketinggian 30 km di atas bumi makin menipis. Bahkan di
beberapa tempat telah terjadi kerusakan /berlubang. Padahal lapisan ozon
berfungsi menahan 99% dari radiasi sinar ultra violet yang berbahaya bagi
kehidupan. Lapisan ozon ini rusak karena bahan kimia, gas penyemprot minyak
wangi, dan mesin pendingin. Akibat rusaknya lapisan ozon dapat menimbulkan
kanker kulit, kerusakan mata dan kerusakan tanaman budidaya. Seperti akibat
yang lain dari kemajuan iptek, misalnya pada kerusakan tanaman budidaya, akibat
dari hal ini maka pemilik darri tanaman tersebit akan merugi, mau tidak mau
apabila tidak mempunyai solusinya akan menjadi miskin.
Adanya bencana banjir :
Bencana banjir terjadi karena ulah manusia yang tidak peduli dengan kelestarian
lingkunagan. Hanya karena ingin mengejar keuntungan, manusia melakukan
penebangan hutan tanpa terkendali. Demi kepentingan bisnis, daerah-daerah jalur
hijau berubah menjadi berbagai bangunan. Akibat paling fatal dari bencana
banjir adalah kemiskinan. Hal ini jelas karena banyak korban banjir yang
dulunya mempunyai pekerjaan dan tempat tinggal untuk menghidupi anggota
keluarga, menjadi rusak bahkan hanyut karena banjir.
3. Kekhawatiran manusia
terhadap persenjataan kimia dan nuklir.
Perkembangan iptek tidak menutup
kemungkinan untuk mengembangkan persenjataan canggih, termasuk senjata kimia
dan nuklir. Hal ini dapat membahayakan kehidupan manusia. Contoh nyata adalah
perang Irak dengan AS, yang banyak menggunakan kecanggihan teknologi niklir.
Akibatnya banyak jatuh korban, bukan hanya menjadi miskin tetapi tewas akibat
perang yang terjadi.
4. Kenakalan remaja,
Kriminalitas.
Perkembangan dan
penerapan iptek telah mendorong terjadinya globalisasi. Dengan berbagai media,
setiap orang termasuk para remaja mudah terkena pengaruh nilai budayalain,
termasuk tingkah laku kekerasan. Media massa dan terutama televisi
disebut-sebut sebagai salah satu media yang besar pengaruhnya, khususnya bagi
remaja dan manusia pada umumnya. Muncullah kenakalan remaja, antara lain karena
adanya pengaruh dari luar melalui media massa termasuk film-film di televisi.
Begitu juga dengan berbagai bentuk kriminalitas yang terjadi, juga akibat dari
pengaruh media massa.
5. Kriminalitas,
pengangguran dan kemiskinan.
Akibat dari berkembangnya iptek dalam
penerapannya di berbagai bidang, salah satunya bidang industri, adalah
kriminalitas dan pengangguran, yang akan berujung pada masalah kemiskinan.
Ketiga masalah tersebut sangat erat kaitannya dan saling berhubungan. Sebelum
sektor industri memanfaatkan dan menerapkan teknologi, banyak tenaga manusia
yang dibutuhkan. Tetapi setelah memanfaatkan dan menerapkan teknologi dalam
kegiatan industri, maka industri lebuh banyak menggunakan mesin-mesin canggih
daripada tenaga manusia. Maka terjadi PHK besar-besaran, akibatnya banyak
pengangguran, dari banyaknya pengangguran akan timbul masalah kemiskinan. Dalam
kehidupan sehari-hari manusia memerlukan pemenuhan kebutuhan baik barang dan
jasa, karena tidak mempunyai pekerjaan lagi maka banyak orang mengambil jalan
pintas untuk memenuhi kebutuhannya / melakukan tindak kriminal ( merampok,
mencopet, menjambret ,dll .
Contoh
dan analisa dampak teknologi bagi kemiskinan
Kampung
pintar ala banyuwangi
Menteri Komunikasi dan Informatika
(Menkominfo) Rudiantara, meluncurkan program "Smart Kampung" di
Perkebunan Kalibendo, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (31/5). Rudiantara
mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dalam menjadikan
Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) sebagai instrumen untuk meningkatkan
pelayanan publik, menambah pengetahuan warga, dan menggerakkan perekonomian
lokal.
"Biasanya yang concern pada penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi dalam berbagai bentuknya adalah pemerintah tingkat
kota. Saya salut dengan Banyuwangi yang berupaya menggerakkan desa-desa di
pelosok untuk memanfaatkan instrumen TIK untuk pelayanan publik, pengembangan
SDM, sekaligus meningkatkan ekonomi," kata Rudiantara.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas,
mengatakan, terdapat tujuh kriteria "Smart Kampung" yaitu, pelayanan
publik, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pengembangan pendidikan dan
seni-budaya, peningkatan kapasitas SDM, integrasi pengentasan kemiskinan, dan
melek informasi hukum. Semua kriteria tersebut, lanjut di, diturunkan ke
program yang menyentuh kepentingan publik.
"Pelayanan publik, misalnya, desa Smart Kampung
sudah berbasis TIK. Warga yang butuh surat yang perlu tanda tangan camat, tidak
perlu ke kecamatan. Cukup di balai desa, karena sudah tersambung dengan
kecamatan. Warga hemat waktu, hemat uang karena tak perlu ongkos bensin ke
kecamatan yang di beberapa tempat, lokasinya cukup jauh. Sebagai daerah terluas
di Jatim, bahkan di Jawa, program ini penting untuk memudahkan warga,"
imbuh Anas.
Analisa:
Kampung pintar yang
dibangun oleh pemkab banyuwangi menjadi contoh dimana pemerintah kabupaten
memanfaatkan teknologi sebagai sarana guna meningkatkan pelayanan serta
mengurangi angka kemiskinan di daerah banyuwangi. Pengajuan masyarakat pun
mudah dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi dan layanan dalam bentuk online.
Di jakarta sendiri
sistem cerdas sendiri sudah banyak diterapka diberbagai bidang, muai dari
adminsitratif hingga ke pengaduan.
Hal inilah yang harus
banyak dikembangkan oleh pemerintahan dari daerah sampai pusat guna mengurangi
angka kemiskinan, serta peningkatan kualitas masyarakat yang harus
ditingkatkan, khususnya dibidang IT.
Referensi
: